
Penulis: Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut seseorang untuk mampu menyesuaikan dengan kondisi.
Kemajuan ilmu pengetahuan juga sejalan dengan metode belajar yang ikut berubah dari masa ke masa. Sehingga metode belajar yang diterapkan seseoran tentu akan ikut berpengaruh terhadap kreativitas diri.
Berbicara di era digital sekarang, nampaknya ide kreatif itu mutlak diperlukan. Lantas bagaimana cara untuk mengembangkan kemampuan tersebut?
Ternyata ada satu prinsip yang bisa membantu mengembangkan kreativitas diri. Prinsip tersebut adalah ‘ATM’.
ATM sendiri memiliki kepanjangan Amati, Tiru, dan Modifikasi. Umumnya digunakan dalam dunia bisnis untuk menciptakan peluang yang lebih kreatif, unik, dan berdaya saing.
Meski populer dalam dunia bisnis, prinsip ATM juga jadi salah satu metode belajar yang efektif. So, mari kita bahas cara kerja prinsip ini.
1.Amati
Metode pertama ini dimaksudkan untuk mengamati suatu objek yang ingin ditiru. Katakanlah si A ingin tahu cara ngoding dengan bahasa pemrograman Java. Maka, langkah pertama yang harus ia lakukan adalah menonton tutorialnya di Youtube atau mencari referensi di internet.
Proses mengamati ini bukan hanya sekadar melihat semata, namun perlu juga untuk memahami apa maksud dari objek yang kita amati, atau cukup memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.
2.Tiru
Setelah si A memahami hakikat dari objek tersebut, kini ia harus mengikuti arahan dari si pembuat tutorial. Sebut saja Syugi dalam channel Fosalgo. misalnya, untuk membuat codingan sesuai dengan tema pembahasannya.
Dalam hal ini, si A perlu mencermati setiap instruksi yang disampaikan Syugi dalam tutorialnya sehingga hasilnya pun bisa sama persis seperti yang diharapkan.
Perlu diingat juga bahwa tahap ‘meniru’ ini merupakan proses jangka panjang dan tahap terlama dalam prinsip ATM. Karena itu diperlukan perhatian penuh ketika melalui fase ini.
Tahap ini sejalan dengan sebuah peribahasa umum, “practice makes better”, yang mana lebih menekankan pada latihan berulang-ulang tentang suatu materi, sampai akhirnya dapat dipahami dengan jelas lalu tertanam dalam pikiran dan menjadi sebuah paket ilmu baru yang bisa dikembangkan.
3. Modifikasi
Tahap terakhir yaitu modifikasi. Paket ilmu baru yang telah dikumpulkan selama beberapa waktu (bisa bertahun-tahun), tentunya akan terasa membosankan jika hanya seperti itu.
Sehingga perlu ada pengembangan di dalamnya agar menjadi lebih hidup dan manfaatnya lebih terasa, tentunya dengan cara yang lebih kreatif.
Pada tahap modifikasi inilah puncak kreativitas diri akan berkembang. Berbekal hasil pengamatan dan proses meniru di awal. Kamu kemudian menghasilkan hal baru yang unik.
Dari kreativitas itulah yang kemudian membedakan suatu karya dengan karya yang lain, yang berujung pada karya inovasi.
Sebagai penutup, tentu prinsip ATM ini sangat penting untuk dipahami, namun tidak cukup dari situ, terpenting adalah pengaplikasiannya secara langsung. Sebab kita pada dasarnya dituntut untuk terus kreatif.
Dengan kreativitas yang dilandasi ilmu pengetahuan, maka kita bisa menciptakan peradaban yang lebih baik lagi.
[Editor: Nurcahya]


Sangat menginspirasi , sukses selalu buat Unsulbar News.. ingat jaga kualitas berita