
Penulis : Marselino Geradus
Editor : Nurcahya
Unsulbar News, Majene – Jepang jadi sorotan pada perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar. Pasalnya tim nasional mereka berhasil mengalahkan Jerman dengan skor akhir 2 -1, Rabu (23/11) malam Wita.
Kemenangan ini tentu jadi angin segara bagi para suporter mereka. Belum lagi ini jadi sejarah karena Jepang bisa mengalahkan Jerman untuk pertama kalinya.
Tidak hanya itu, suporter Jepang juga ikut jadi sorotan usai laga di Stadion Internasional Khalifa, Doha. Dimna kedisiplinannya dengan memungut sampah yang berserakan di sekitar lokasi pertandingan.
Hal ini tentunya menuai banyak pujian dari berbagai kalangan di seluruh dunia yang menyaksikan aksi tersebut. Tidak terkecuali para mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Ketika beberapa dari mahasiswa diwawancarai Unsulbar News (24/11), mereka turut memberikan komentar positif terkait hal itu.
Taufik Wahyu misalnya, mahasiswa Program studi (Prodi) Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu mengaku salut atas apa yang dilakukan para pendukung Jepang itu.
“Apa yang suporter Jepang lakukan itu adalah tindakan yang sangat layak diapresiasi dan harusnya dicontoh oleh semua penonton yang hadir. Jadi, sebelum mereka keluar dari stadion mereka harusnya memungut sampah yang ada demi menjaga kebersihan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, aksi yang suporter lakukan bisa dibilang sama seperti hukum pendaki. Dimana ketika hendak turun gunung, sampahnya harus dibawa pulang agar tidak mencemari lingkungan.
Mahasiswa lain dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut), Titus Solon juga menyampaikan tanggapannya terkait hal itu. Menurutnya, tindakan diakukan bukan semata-mata sebagai bentuk ungkapan syukur karena tim dukungan mereka menang. Melainkan budaya mereka untuk disiplin tentang kebersihan.
“Perlu kita perhatikan bersama bahwa suporter Jepang membersihkan sampah itu bukan karena timnya menang melawan Jerman. Tapi memang sudah menjadi budaya mereka untuk disiplin dalam berbagai macam hal, termasuk kebersihan,” ungkap mahasiswa Prodi Kehutanan Unsulbar tersebut.
Titus harap apa yang dilakukan pendudukun Jepang ini bisa menjadi contoh untuk lebih sadar akan kebersihan.

