66 Mahasiswa Unsulbar Lulus Program Kampus Mengajar Batch 5

Ilustrasi program Kampus Mengajar/Unsulbar News

Penulis : Irmayanita

Unsulbar News, Majene – Sebanyak 66 mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) lulus Kampus Mengajar Batch 5, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2023.

Lewat program ini, para mahasiswa menjadi agen perubahan untuk pendidikan Indonesia dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Serta mendamipingi pengembangan adaptasi teknologi.

Program ini membuka ruang bagi Mahasiswa untuk berkontribusi dalam membantu peningkatan literasi dan numerasi di tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama, terlebih lagi membantu Perguruan Tinggi untuk mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU). Serta Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus.

Ketua Unit MBKM Unsulbar, Muhammad Nasir Badu, Ph D menjelaskan 66 mahasiswa tersebut tediri dari berbagai fakultas. “Program kampus mengajar ini bukan hanya didominasi oleh mahasiswa dari FKIP tapi juga dari mahasiswa yang lain,” tuturnya, Selasa (24/1/2023).

Data diperoleh Unsulbar News, rinciannya adalah 49 mahasiswa FKIP, sembilan mahasiswa Fakultas Ekonomi, tujuh mahasiswa FISIP, dan satu mahasiswa Fakultas Teknik.

“Karena dengan begitu implementasi MBKM itu secara nasional bisa kita capai targetnya, karena sebetulnya memberikan pengalaman kepada Mahasiswa bagaimana mereka memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah, kepada institusi pendidikan di bawah dari pendidikan tinggi sehingga manfaatnya lebih besar,” tamnah Nasir Badu.

Selain itu, dalam melaksanakan program para mahasiswa akan berkoordinasi dengan dosen pendamping lapangan (DPL). Tercatat sebanyak 15 DPL asal Unsulbar.

Salah satu DPL Kampus Mengajar, Haeruddin Hafid, SE MM menuturkan program ini bisa meningkatkan kemampuan mahasiswa secara keilmuan, juga sebagai wadah pengembangan karakter.

“Saya berharap mahasiswa dapat meningkatkan softskill, mengasah jiwa kepemimpinan dan mendapatkan pengalaman baru serta membangun Karakter Kampus Merdeka. Dan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), melalui program ini menjadi ruang pengabdian dan memberi kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan,” ucap Hafid (24/1).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok