
Jurnalis: Masdin
Unsulbar News, Majene — Sebanyak 13 proposal mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023.
PKM sendiri merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang digalar setiap tahun.
Informasi terkait lolos pendanaan proposal PKM Unsulbar ini sebangaimana tercantum dalam surat dengan nomor 2383/E2/DT.01.00/2023, tertanggal 15 Juni 2023 dari Direktorat Pembelajaran dan
Kemahasiswaan Kemendikbudristek, tentang pendanaan PKM delapan bidang tahun 2023.
Dihubungi Unsulbar News, salah satu mahasiswa, Aprianto mengatakan bangga proposal yang timnya ajukan lolos pendanaan.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia karena proposal kami berhasil lolos pendanaan. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi tim kami. Kami merasa senang dan termotivasi untuk melanjutkan proyek ini dengan penuh semangat dan dedikasi,” ungkapnya via whatsapp, Senin (19/6/2023) malam.
Judul proposal PKM yang Aptianto dan tim usulkan adalah “Netralisasi Larutan Kapur dalam Sumber Air Minum dengan Teknologi Water Softener dan Mikrokontroler Arduino Uno bagi Masyarakat Pesisir Kabupaten Majene”.
“Karena kami menyadari bahwa masalah tingginya kadar kapur dalam sumber air minum di daerah pesisir, seperti Kabupaten Majene, merupakan permasalahan yang serius,” ujar mahasiswa pendidikan Fisika, angkatan 2021 itu.
Lebih jauh, dengan mengintegrasikan teknologi water softener dan mikrokontroler Arduino Uno, dapat memberikan solusi yang efektif dan terjangkau untuk netralisasi larutan kapur dalam air minum.
Tim lainnya, dengan judul proposal “PEKA BUMIL: Pemberdayaan Keluarga Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencengahan Kematian Ibu”. Ketua tim Rustimaya, syukur bisa lolos pendanaan.
“Sangat bahagia tentunya, Alhamdulillah apa yang sudah kami ikhtiarkan dapat melalui satu tahap lagi. Kami berharap dapat menjalankan program PKM PM kami dengan baik dan Insya Allah lolos tahap selanjutnya dan maju ke Pimnas,” ujarnya.
Mahasiswi keperawatan ini menjelaskan bahwa topik pada judul berawal dari keresahan mereka terkait kesenjangan yang ada di masyarakat pada bidang kesehatan, fokusnya kesehatan ibu hamil yang angka kematian ibu meningkat setiap tahunnya.
“Sehingga melalui program ini kami menyusun strategi yang besar harapan dapat menjadi solusi yang solutif dalam peningkatan kesehatan ibu hamil. Tentunya kami memilih topik ini karena relevant dengan bidang pendidikan kami di kesehatan sehingga dapat menerapkan ilmu yang kami miliki,” tambahnya.
Adapun proposal yang lolos pendanaan akan masuk ke tahap pelaksanaan program, dimana nantinya akan ada monitoring dan evaluasi terkait progres.
Sekadar informasi, 13 proposal PKM Unsulbar tersebut terbagi dalam beberapa bidang. Dengan rincian 1 PKM-Kewirausahaan, 2 PKM-Pengabdian Masyarakat, 8 PKM-Riset Eksakta, dan 2 PKM-Riset Sosial Humaniora. Total dana yang diterima sebanyak Rp.105.000.000 (Seratus Lima Juta Rupiah).

