
Jurnalis: Mulki
Unsulbar News, Majene – Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Majene, jalan AP Pettarani, Baggae Timur, Kamis (19/10/2023).
Dosen Unsulbar itu ialah Eni Susanti, ST MSi, Muhammad Sajidin, SPd MSi, Dr Riady Ibnu Khaldun, BA IR MA, Danar Hafidz Adi Wardhana, M Di, dan Dwi Rianisa Mausili, SH MSi.
Program dari pengabdian tersebut adalah “Penyuluhan Pendidikan Karakter Anti Korupsi di Kalangan Pelajar Kabupaten Majene”.
Pada pelaksanaan pengabdian, mereka melibatkan beberapa mahasiswa diantaranya M Ammar Abdul Qowiy K, Nursafila, dan Rahmat Malik.
Korupsi Membudaya
Ketua tim pengabdian, Dwi Rianisa Mausili dalam keterangannya menuturkan korupsi sendiri telah menjadi permasalahan yang sering terjadi di Indonesia. Bahkan kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsulbar ini, korupsi telah membudaya.
“Merebaknya korupsi di tanah air menjadikan korupsi seakan sudah membudaya dan menjadi hal yang biasa,” ujarnya.
Sehingga hal tersebut pula maka dilaksanakan kegiatan pengabdian berupa penyuluhan pendidikan karakter anti korupsi di kalangan pelajar Kabupaten Majene.
Penanganan Awal
Penyuluhan pendidikan karakter anti korupsi dengan menyasar kalangan pelajar, ini dikatakan menjadi bentuk pencegahan dan penanganan awal korupsi.
Dimana para pelajar sebagai calon pemimpin masa depan, perdu sejak dini diberikan pemaham serta penanaman nilai anti korupsi.
“Kami perlu memperkenalkan cara berpikir, penanaman nilai-nilai anti korupsi agar perbuatan tercela ini dapat dihindari oleh semuanya, terutama adek-adek sekalian yang akan menjadi pemimpin kedepannya,”, tutur ketua tim pengabdian.
Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah, dalam hal ini Kepala SMP Negeri 2 Majene Hj Asmirah S Ag.
“Alhamdulillah ini merupakan kebahagiaan dan kesempurnaan atas adanya kegiatan dari Prodi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat terkait penyuluhan pendidikan karakter anti korupsi dikalangan pelajar Majene,” ucapnya.
Kepala sekolah juga memiliki harapan terkait kegiatan yang telah dilakukan, dimana dosen Unsulbar bisa kembali melakukan kegiatan yang membawa dampak positif di sekolah mereka.
“Semoga anak-anak dapat memahami apa itu korupsi dan kedepannya dapat mencegah serta menghindari korupsi. Semoga prodi HI ini bisa menjadi awal bagi kegiatan ini dan bisa kembali lagi untuk kegiatan lainnya,” tutupnya.

