Peneliti Senior ARC dalam Kuliah Tamu FISIPHUM Bahas Transisi Energi di Indonesia

Suasana Kuliah Tamu di ruang theater gedung A Unsulbar membahas “Transisi Energi di Indonesia”/ Foto : Panitia

Jurnalis : Muhammad Rifaldi B

Unsulbar News, Majene – Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Hukum (FISIPHUM), bekerja  sama dengan Laboratorium Ilmu Politik, Laboratorium Ilmu Hubungan Internasional, dan Laboratorium Ilmu Hukum, menyelenggarakan kuliah tamu pada hari Rabu (16/10/2024), di Ruang Teater Gedung A.

Kegiatan bertema “Transisi Energi di Indonesia” yang dibawakan oleh Peneliti Senior ARC dan Pengajar du Paramadina Graduate School of Diplomacy Dianto Bachriadi Ph D, turut dihadiri dan dibuka langsung Dekan Fisiphum Unsulbar Dr Burhanuddin M Si.

Dalam sambutannya, sontak menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada pemateri yang menyempatkan waktu untuk hadir dan membawakan materi.

“Apa yang kita saksikan nanti kedepannya ini yang akan dibawakan oleh dosen tamu kita dengan penuh rasa syukur kita dapat berkumpul di tempat ini ucapan terimakasih kepada bapak yang hadir di tengah-tengah kita dan akan membawakan materi transisi energi di Indonesia dan ini sangat penting untuk kita ketahui bersama,” ucap Dekan FISIPHUM.

Lebih lanjut pimpinan fakultas itu menyampaikan bahwa kuliah tamu hari ini sangatlah penting karena tentunya akan menambah wawasan baru tentang transisi energi, hal tersebut tidak lepas daripada kontribusi setiap prodi salah satunya prodi hubungan internasional yang relevan dengan topik yang di bahas dan kegiatan-kegiatan seperti ini kiranya bisa terus dilaksanakan apalagi jenjangnya di pendidikan tinggi. 

“Kuliah tamu kita pada hari ini penting untuk menambah wawasan kita tantangan transisi energi tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Laboratorium program studi hubungan internasional, saya kira kedepan ini kegiatan-kegiatan semacam ini penting kita laksanakan sebagai lembaga pendidikan tinggi,” tuturnya.

Tanggapan Pemateri

Masih di lokasi kegiatan, kepada Unsulbar News pemateri Dianto Bachriadi Ph D menyampaikan ketika kita berbicara tentang transisi energi di Indonesia tidak cukup jika hanya melihat dari data statistik. 

“Kalau kita bicara tentang transisi energi di Indonesia itu gak cukup kita hanya melihat gambaran-gambaran angka statistik,” ucap Peneliti Senior ARC tersebut.

Lebih lanjut pria itu mengatakan bahwa penggunaan energi fosil adalah salah satu penyumbang emisi karbon terbesar yang menyebabkan pemanasan global yang tentunya mengancam kehidupan manusia, sehingga penggunaan energi fosil itu harus diganti dengan energi terbarukan agar menurunkan emisi karbon.

“Penggunaan energi fosil adalah penyumbang besar emisi karbon, emisi karbon menyebabkan pemanasan global, pemanasan global itu mengancam kehidupan manusia, jadi penggunaan energi fosil harus di ganti dengan energi yang terbarukan supaya sumbangan energi emisi karbon itu turun,” sambungnya.

Saat ditanyakan peran mahasiswa didalamnya, pria itu menyampaikan bahwa mahasiswa harus membuat riset dengan catatan membuat riset yang tidak hanya melihat bagaimana implementasi dari transisi energi tersebut tetapi melihat apa yang terjadi dibalik implementasi tersebut. 

“Yah bikin riset, bikin riset yang tidak hanya melihat bagaimana implementasi dari transisi energi ini tapi melihat apa yang terjadi dibalik implementasi itu lebih penting, mahasiswa harus bergerak disitu, jangan hanya prosesnya begini-begini baik-baik, nggak liat apa yang terjadi dibalik itu,” jelasnya.

Dan bukan hanya itu dia juga memiliki harapan yang sangat unik.

“Harapan saya bisa di undang kembali ke unsulbar,” ucapnya sambil senyum bercanda.

𝗧𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮

Mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2022 Bagas Kara saat ditemui jurnalis Unsulbar News, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat menarik dan juga relevan dengan situasi dunia saat ini dan penting untuk menjadi sorotan. 

“Materi yang di sampaikan sangat menarin dan juga relavan dengan keadaan global saat ini dan penting untuk di perhatikan dan di implementasikan, ” ucap bagas. (16/10)

Lebih lanjut pemuda itu menyampaikan bahwa materi yang disampaikan cukup berkaitan dengan jurusan yang sedang di tempuh saat ini, dimana untuk melihat dan mengkaji dunia internasional yang saat ini mengalami pemanasan global di masa kontemporer.

“Tentu saja materi yang di sampaikan berpengaruh ke pada mahasiswa HI untuk melihat dan mengkaji dunia internasional yang mengalami global warming di masa kontemporer,” tambahnya.

Secara terpisah salah satu mahasiswi Hubungan Internasional turut beri tanggapan terkait kuliah tamu, Aysillah Nurul Prawidya sampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat krusial dan harus dipertahankan sebagai bahan diskusi.

“Materi yang disampaikan adalah isu yang sangat krusial saat ini dan menurut saya materi seperti ini harus terus dipertahankan dan menjadi bahan diskusi untuk seluruh masyarakat,” ucap Aysillah. (16/10)

Lebih lanjut mahasiswi Hubungan Internasional angkatan 2023 itu menyampaikan bahwa materi nya sangat signifikan dalam membantu berpikir khususnya terkait isu-isu lingkungan saat ini. 

“Sebagai mahasiswa HI, saya merasa bahwa materi ini memberikan pengaruh signifikan dalam membantu saya untuk berpikir lebih jauh terkait isu-isu lingkungan,” tambahnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok