
Oleh: Muhammad Yusran
(Akademisi Universitas Sulawesi Barat dan DPP ADAKSI)
Unsulbar News, Majene – Kami bukan datang membawa gelar
Bukan juga menagih kuasa di balik nama besar
Kami datang seperti cahaya fajar
Diam, namun pasti mengusir gelap yang liar.
Di bawah langit pertiwi yang sama
Kami satukan hati, satu jiwa, satu irama
Tanpa pamrih, tanpa tanya
Apa balasan dari setia yang kami jaga.
Kami adalah benih dalam tanah harapan
Yang tak tumbuh demi tepuk tangan
Namun demi suburnya keadilan dan keberanian
Untuk dosen negeri, untuk pendidikan, untuk masa depan.
Tak perlu kursi empuk berbicara
Karena suara kami lahir dari musyawarah
Bukan dari ego yang menyala-nyala
Tapi dari tekad yang rela berserah.
Bersama kami berdiri bukan demi mahkota
Namun demi memastikan tiada dusta
Dalam perjuangan suci tanpa jeda
Membela hak yang sah dari tangan negara.
Kami bukan oposisi, bukan pula penjilat
Kami adalah pengingat yang takkan penat
Bahwa dalam setiap tanda tangan pejabat
Ada janji yang tak boleh dilipat-lipat.
Kami paham makna auditing yang sejati
Menakar kebenaran, menguji bukti
Begitu pula kami memeriksa janji
Tentang hak yang hilang di balik sunyi.
Tak ada ruang bagi pengkhianatan
Tak ada pintu untuk perpecahan
Kami berdiri sebagai satu kesatuan
Dalam naungan cita, dalam teduh pengabdian.
Bila suatu saat sejarah mencatat nama
Biarlah itu karena kerja, bukan karena drama
Karena organisasi ini bukan panggung semata
Namun ladang amal bagi yang percaya.
Untukmu negeri, kami sumbangkan waktu
Untukmu dosen ASN, kami kibarkan rindu
Untukmu keadilan, kami tetap satu
Hingga hak tak lagi menjadi sesuatu yang semu.
Kami bukan siapa-siapa dan tak perlu jadi apa-apa
Selama kebenaran bisa bernapas lega
Dan ilmu terus mengalir dari jiwa ke jiwa
Maka tugas kami belum selesai di dunia.

