
Jurnalis: Nurul Inzana Filail
Unsulbar News, Majene — Ayu Ashari, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) angkatan 2021, berhasil lolos sebagai salah satu dari 40 pemuda terbaik se-Indonesia dalam program Sekolah Duta Maritim Indonesia 2025. Ia akan mewakili Provinsi Sulawesi Barat dalam kegiatan yang akan berlangsung di Jakarta pada 10–18 Agustus 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) dan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor kemaritiman nasional.
Selain itu, program ini juga mendorong peningkatan kapasitas peserta di bidang kepemimpinan, diplomasi maritim, serta menciptakan jaringan pemuda sebagai agen perubahan di daerah masing-masing.
Ayu mengaku bangga bisa menjadi bagian dari program tersebut.
“Rasanya sangat bangga, karena saya tidak hanya membawa nama baik Provinsi Sulawesi Barat, tetapi juga Unsulbar, yang akan selalu berdampingan dengan saya dalam setiap proses ini. Saya berhasil melalui seleksi yang panjang, dan berhadapan dengan peserta luar biasa dari berbagai daerah dan universitas ternama di Indonesia,” ungkapnya kepada Unsulbar News (2/8/2025).
Proses seleksi yang diikuti Ayu memakan waktu hampir satu tahun, dimulai dari seleksi berkas dengan lebih dari 100 pendaftar dari berbagai provinsi.
Setelah dinyatakan lolos tahap administrasi, Ayu melanjutkan ke tahap wawancara yang akhirnya mengantarkannya sebagai salah satu perwakilan resmi Sulbar berdasarkan hasil seleksi nilai tertinggi.
Lebih lanjut, Ayu menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program ini didorong oleh keinginan kuat untuk membawa isu-isu lingkungan di wilayah pesisir Polewali Mandar ke tingkat nasional, serta memperkenalkan budaya maritim khas daerah tersebut kepada peserta lain dari berbagai penjuru Indonesia.
Selama mengikuti program, para peserta akan mengikuti berbagai agenda strategis, seperti Musyawarah Nasional ASPEKSINDO dan kunjungan ke kementerian terkait, dengan harapan mampu memperluas wawasan mereka terhadap kebijakan dan potensi kemaritiman nasional.

