
Jurnalis: Marviana Siska
Unsulbar News, Majene – Menjelang akhir tahun akademik, isu mengenai kemungkinan drop out (DO) kembali menjadi perhatian di kalangan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Untuk menanggapi hal tersebut, tim Unsulbar News melakukan wawancara dengan Kepala Biro Akademik Unsulbar, Herli, S.Pd., M.Si, pada Senin (3/11/2025).
Dalam wawancara tersebut, Herli menjelaskan bahwa pihak akademik telah memiliki data mahasiswa yang berpotensi terkena DO apabila tidak segera menyelesaikan studinya atau tidak mengikuti wisuda tahun ini.
“Yang berpotensi DO itu adalah angkatan 2019, sedangkan angkatan 2018 sudah DO dan sudah ada SK-nya. Untuk angkatan 2019 masa studinya itu sampai Juni 2026. Dan kemudian angkatan 2019 yang berpotensi DO itu sekitar 582 orang Ada lebih dari 200 mahasiswa yang masih melakukan KRS dan mungkin bisa menyelesaikan di bulan November untuk wisuda kedua. Secara keseluruhan, jumlah seluruh mahasiswa yang tidak melakukan KRS dan berpotensi besar DO mencapai 349 orang. Jumlah ini masih cukup banyak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kepala Biro menerangkan bahwa pihak fakultas telah berupaya aktif untuk membantu mahasiswa yang hampir melewati masa studi agar segera menyelesaikan tugas akhir.
“Biasanya fakultas menelepon mahasiswa yang sudah terdata berpotensi DO, meminta mereka datang untuk menyelesaikan studinya. Kalau masih bisa diselesaikan sampai bulan Juni, fakultas akan membantu agar mereka aktif kembali mengikuti bimbingan. Tapi sering kali, mahasiswa menunda-nunda. Sudah semester tujuh, mata kuliahnya habis, tapi masih tertahan di skripsi,” ungkapnya.
Bapak Herli juga menambahkan bahwa bagi mahasiswa yang sudah tidak mampu melanjutkan studi, pihak fakultas memberikan pilihan kebijakan.
“Sebelum sampai pada keputusan DO, ada kebijakan yang diberikan kepada mereka — apakah ingin pindah ke kampus lain atau membuat surat pernyataan mengundurkan diri,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi upaya para dosen dan staf fakultas yang terus berkomunikasi langsung dengan mahasiswa yang hampir melewati masa studi.
“Saya melihat fakultas cukup aktif. Ketua prodi bahkan langsung menelpon mahasiswa untuk meminta mereka datang. Usaha dosen dan staf sudah luar biasa, tapi sayangnya masih banyak mahasiswa yang tidak menghiraukan,” tutupnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Biro Akademik berharap mahasiswa lebih sadar akan batas masa studi dan aktif berkoordinasi dengan pihak fakultas agar dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Editor: Nurul Inzana Filail

