Tim Peneliti Unsulbar Diseminasikan Hasil Riset Terkait Upaya Penanganan Risiko Tsunami

Sesi pemaparan materi oleh Anggit Priadmodjo, M Sc, salah satu tim peneliti. Foto: Unsulbar News/Marselino Geradus

Jurnalis: Nurul Inzana Filail

Unsulbar News, Majene — Tim peneliti Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) paparkan hasil penelitian kebencanaan dalam kegiatan diseminasi hasil riset di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Selasa (4/11/2025).

Diseminasi berjudul “Prediksi Kebutuhan Dasar Pengungsi untuk Tanggap Darurat Bencana Tsunami di Kawasan Perkotaan Majene Berbasis Pemodelan Sistem Informasi Geografis” ini merupakan bagian dari luaran penelitian yang didanai oleh BIMA Kemendiktisaintek, di bawah skema Penelitian Fundamental Regular.

Ketua tim peneliti, Ade Mulawarman, ST, M Si menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian kepada pemangku kepentingan terkait, khususnya dalam bidang mitigasi bencana di wilayah pesisir Majene.

“Kami berinisiatif mempresentasikan temuan kami kepada pihak BPBD karena hasilnya sejalan dengan upaya mitigasi bencana di daerah ini,” ujarnya.

Dosen sekaligus Koordinator Program Studi (Kaprodi) Perencanaan Wilayah dan Kota tersebut menambahkan, hasil penelitian yang diseminarkan ini merupakan bagian dari upaya Unsulbar untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kebijakan berbasis riset, terutama dalam peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana tsunami.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Gelombang Pasang Surut Air Laut dan Tsunami

“Ke depannya, kami akan melakukan penelitian lanjutan dengan kajian yang lebih mendalam, terutama dalam bidang spasial dan ketataruangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Majene, Suwardi, S Ag, M Pd memberikan apresiasi atas upaya Unsulbar dalam memaparkan hasil riset tersebut.

Ia menilai, kegiatan ini sangat penting dan relevan sebagai acuan pemerintah daerah dalam memperkuat strategi mitigasi bencana.

“Apa yang disampaikan para akademisi Unsulbar, terutama terkait hasil penelitian tentang potensi tsunami di dua kecamatan, sangat penting bagi kami sebagai referensi dalam memitigasi kejadian bencana,” tuturnya.

Suwardi juga menegaskan, hasil penelitian tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program strategis BPBD, khususnya dalam penyusunan peta rawan bencana dan sistem peringatan dini di wilayah pesisir.

“Peta rawan bencana ini sangat penting. Katakanlah bila tsunami terjadi dalam waktu singkat, peta ini bisa menjadi acuan bagi masyarakat untuk tahu apa yang harus dilakukan. Kami berharap hasil riset ini dapat disinergikan dengan program nasional dan daerah,” tambahnya.

Antusiasme dan Respon Positif Peserta

Dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang, antusiasme peserta dalam acara diseminasi ini terlihat cukup besar.

Setelah sesi pemaparan materi, para pejabat yang hadir turut aktif berdiskusi mengenai hasil yang dipaparkan dan mengasosiasikannya dengan keadaan yang mereka lihat di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, BPBD juga menyampaikan sejumlah masukan kepada tim peneliti Unsulbar agar penelitian serupa dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Adapun anggota tim peneliti Unsulbar ada lima orang, yaitu Ade Mulawarman, ST, M Si, Farid Wajidi, S Kom, M Kom, Anggit Priadmodjo, M Sc, didampingi Muh Alfarezi Erwin dan Muh Reza Al-Faridzi dari unsur mahasiswa.

Editor: Marselino Geradus

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok