Kolaborasi Dosen Unasman dan Unsulbar Kembangkan Briket Arang Tempurung di Desa Buku, Polewali Mandar

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Suci Anugrah, S.

Unsulbarnews, Majene Dosen Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berkolaborasi dalam Program Kemitraan Masyarakat Pemula (PMP).

Program tersebut bertujuan mengembangkan usaha briket berbahan arang tempurung di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar dan menyasar Kelompok Tani Siarioi. Kegiatan dilaksanakan pada Senin (14/8/2026).

Tim pengabdian terdiri atas Satriani, S P M P dan Dr Mardjani Aliyah dari Unasman, serta Dahniar, S P M.
Si dari Unsulbar. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa, yaitu Sarah dan Amri.

Kelompok Tani Siarioi selama ini telah menggeluti usaha pengolahan minyak kelapa dan kopra putih. Limbah tempurung kelapa dari usaha tersebut telah dimanfaatkan menjadi arang.

Namun, pengembangan usaha kelompok masih terkendala pada aspek manajemen produksi dan pemasaran.

Produksi dan Pemasaran

Ketua Tim PMP, Satriani, menjelaskan bahwa pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan produksi sekaligus pemasaran produk. Tujuannya agar limbah tempurung yang telah diolah menjadi arang dapat dikembangkan menjadi briket yang memiliki nilai tambah.

“Permasalahan yang dialami kelompok tani adalah pada aspek manajemen produksi dan manajemen pemasaran,” ujar Satriani.

Pada aspek produksi, tim memberikan bantuan berupa mesin cetak briket, mesin penghancur arang, dan mesin ayakan. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu Kelompok Tani Siarioi meningkatkan kapasitas produksi, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Selain itu, tim juga memberikan pemahaman mengenai manajemen pemasaran. Materi tersebut mencakup strategi promosi dan distribusi produk agar kelompok memiliki pengetahuan dalam memperluas pemasaran briket yang dihasilkan.

“Pada aspek pemasaran, kegiatan yang dilaksanakan tim pengabdian diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemahaman kepada mitra tentang upaya pemasaran melalui promosi dan distribusi produk,” terang Satriani.

Praktik Langsung dan Penyerahan Bantuan

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan briket. Proses tersebut meliputi pengolahan arang, penghalusan bahan, pencetakan briket, hingga pengemasan produk.

Di akhir kegiatan, tim PMP menyerahkan mesin ayakan, mesin penghancur arang, dan mesin cetak briket kepada Kelompok Tani Siarioi. Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan produksi kelompok.

Melalui program ini, Satriani berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu mengembangkan usaha Kelompok Tani Siarioi dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Lewat pengabdian ini, kami berharap mampu memfasilitasi perkembangan usaha mitra untuk kemudian mampu memberikan multiplier effect bagi usaha sejenis,” kata Satriani.

Program Kemitraan Masyarakat Pemula ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah tempurung kelapa dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok