
Jurnalis: Nurul Inzana Filail
Unsulbar News, Majene — Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) perdana pada (7-8/08/2025) di Hotel Rayz, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
Forum nasional ini menjadi momentum strategis bagi dosen-dosen ASN dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi sekaligus merumuskan arah perjuangan lanjutan demi kesejahteraan dan profesionalisme dosen.
Ketua Panitia RAKERNAS, Rio Kurniawan, menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan adalah mengevaluasi capaian pencairan Tunjangan Kinerja (TUKIN) pasca terbitnya Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2025.
Sejak Juli 2025, TUKIN mulai disalurkan kepada dosen ASN di lingkungan LLDIKTI, PTN Satker, dan PTN BLU Non-Remunerasi.
“Rakernas ini bukan sekadar evaluasi, tetapi titik konsolidasi nasional untuk menjaga kesinambungan perjuangan kolektif dosen ASN di seluruh Indonesia,” ujar Rio.
RAKERNAS kali ini juga menjadi tonggak penting yang menandai pengesahan ADAKSI sebagai organisasi sosial-profesional berbadan hukum dengan nama resmi Asosiasi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia, yang telah disahkan melalui AD/ART dan akta notaris pada MUNAS I di Jakarta, Mei 2025 lalu.
Selain menjadi forum reflektif atas capaian perjuangan, RAKERNAS diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan strategis guna menghadapi tantangan baru di sektor pendidikan tinggi.
Isu-isu seperti jalur karier, peningkatan profesionalisme akademik, dan kondisi kerja dosen akan menjadi fokus pembahasan.
“Kami ingin memastikan bahwa suara dosen ASN terus hadir dalam setiap perumusan kebijakan pendidikan nasional,” tambah Rio.
Partisipasi aktif juga datang dari delegasi Sulawesi Barat yang hadir lengkap mewakili berbagai unsur ADAKSI, mulai dari pengurus pusat, wilayah, cabang, hingga peserta umum. Delegasi tersebut terdiri dari Muhammad Yusran (DPP), Jumardi (DPP), Ikawati (DPW), Andi Ismira (DPW), Ahmad Mansur (DPW), Muhammad Danial (DPW), Septiawan (DPC), serta peserta dari unsur ADAKSI: Nurhidayah, Laila Qodrini, dan Phika Ainnadya Hasan.
Pimpinan rombongan, Dr Muh Jamil Barambangi, yang juga Anggota Dewan Pembina Pusat ADAKSI, menegaskan, “Komitmen kita bersama ADAKSI untuk sukseskan acara Rakernas pertama ini adalah bentuk nyata kontribusi kita sebagai dosen ASN dalam memperjuangkan kesejahteraan dan meningkatkan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia.”
Dr Jamil hadir bersama Istri Dr. Kartika Hayati, yang juga Anggota Dewan ADAKSI menambahkan bahwa kehadiran penuh delegasi dari Sulawesi Barat mencerminkan semangat kolektif dalam memperkuat solidaritas profesi dosen ASN lintas daerah.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala BKN, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, SH, M H, yang dalam pemaparan singkatnya memberikan apresiasi tinggi kepada ADAKSI atas perjuangannya memperbaiki jalur karier fungsional dosen.
Ia menegaskan, langkah ini akan berdampak positif bagi pendidikan tinggi melalui SDM dosen unggul menuju Indonesia Emas.
Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif konsolidasi dosen ASN ini.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat ADAKSI, Prof La Ode M Aslan, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar ADAKSI ke depan dapat menjadi wadah perjuangan yang konsisten dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan dosen, memperluas keanggotaan secara berkelanjutan, serta berkontribusi nyata dalam perbaikan pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia.
RAKERNAS ADAKSI juga mengesahkan Policy Brief yang akan disampaikan kepada Pemerintah terkait:
- Pembayaran Tukin Dosen sejak 2020-2024.
- Kebijakan Tunjangan Kinerja untuk seluruh dosen ASN Kemendiktisaintek.
- Penyesuaian Tunjangan Fungsional dosen.
- Karir Dosen P3K serta Karir dosen PNS pasca PermenpanRB No 1 Tahun 2023.
RAKERNAS ADAKSI 2025 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perjuangan berkelanjutan dosen ASN di Indonesia, sekaligus forum strategis untuk merumuskan masa depan profesi dan arah kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adil, menyejahterakan, dan bermartabat.

