
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Jurnalis: Risman Saputra
Unsulbar News, Majene – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPA (HIMAIPA) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) memperkenalkan sejumlah produk hasil pemberdayaan masyarakat Desa Galung Tuluk melalui stan pameran tingkat Kecamatan Balanipa.
Produk yang diperkenalkan meliputi abon ikan, sambal ikan, nugget ikan, dan bakso ikan, serta inovasi ramah lingkungan berupa akuaponik dan sabun cuci piring berbasis eco-enzyme. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (18/8/2026) dalam rangkaian malam ramah tamah tingkat Kecamatan Balanipa.
Sarana Promosi Potensi Desa Galung Tuluk
Pameran tersebut menjadi sarana bagi Tim PPK Ormawa untuk memperkenalkan potensi hasil perikanan dan inovasi masyarakat Desa Galung Tuluk kepada masyarakat Kecamatan Balanipa. Kegiatan ini juga diarahkan untuk menunjukkan bahwa hasil perikanan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendorong kreativitas dan keterampilan masyarakat.
Bendahara Tim PPK Ormawa HIMAIPA Unsulbar, Bahja Ahmatika (20), menuturkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan kelompok istri nelayan dan kelompok anak nelayan sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Kelompok istri nelayan berperan dalam pengembangan produk diversifikasi olahan ikan, sementara kelompok anak nelayan terlibat dalam pengembangan inovasi yang berkaitan dengan lingkungan.
“Pameran menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi dan hasil inovasi masyarakat Desa Galung Tuluk kepada masyarakat Kecamatan Balanipa,” ujar Bahja.
Diversifikasi Olahan Ikan oleh Kelompok Istri Nelayan
Pengembangan produk olahan ikan dilakukan melalui proses pemberdayaan dan pendampingan oleh Tim PPK Ormawa. Kelompok istri nelayan diberikan kesempatan untuk mengenal serta mempraktikkan berbagai teknik pengolahan ikan hingga menghasilkan abon ikan, sambal ikan, nugget ikan, dan bakso ikan.
Produk tersebut kemudian dikemas dan dipersiapkan untuk diperkenalkan melalui stan pameran.
Inovasi Ramah Lingkungan dari Kelompok Anak Nelayan
Sementara itu, kelompok anak nelayan memperkenalkan inovasi berupa akuaponik dan sabun cuci piring berbasis eco-enzyme. Akuaponik menggabungkan budi daya ikan dan tanaman dalam satu sistem sebagai alternatif pemanfaatan lahan dan air secara efisien. Adapun sabun cuci piring berbasis eco-enzyme dikembangkan sebagai produk rumah tangga dengan memanfaatkan eco-enzyme sebagai salah satu bahan pembuatannya.
Membuka Peluang Usaha dan Nilai Ekonomi
Menurut Bahja, pengenalan produk melalui pameran di tingkat kecamatan penting dilakukan karena Desa Galung Tuluk memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Diversifikasi juga memungkinkan hasil perikanan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Desa Galung Tuluk,” jelasnya.
Pameran tersebut menyasar masyarakat Kecamatan Balanipa, pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat umum yang hadir dalam kegiatan malam ramah tamah. Keikutsertaan Desa Galung Tuluk diharapkan dapat meningkatkan pengenalan dan apresiasi terhadap produk masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan produk di masa mendatang.
Melalui pameran tersebut, Tim PPK Ormawa HIMAIPA Unsulbar berharap kelompok istri nelayan dapat terus mengembangkan produk olahan ikan sebagai peluang usaha, sementara kelompok anak nelayan dapat meningkatkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan melalui inovasi yang dikembangkan. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat, meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan, serta mendorong pengembangan inovasi ramah lingkungan di Desa Galung Tuluk.

