
Penulis: Amalia, Helmi Milan. S
Unsulbar News, Majene – Salah satu mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), yakni Syamsudin, rela mengantre untuk mendapatkan bensin Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lembang, Kecamatan Banggae, pada Rabu (7/10/2026).
Syamsudin mengatakan antrean di SPBU biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga satu sampai dua jam, tergantung kondisi antrean. Ia menyebut waktu tercepat terjadi ketika dirinya termasuk dalam sekitar 10 orang pertama dalam antrean.
Hal ini ia lakukan sebab tidak ingin membeli bensin eceran karena terdapat perbedaan harga jual antara bensin eceran dengan yang ada di SPBU.
“Kalau isi di eceran, harganya naik, selisihnya bisa sampai sekitar Rp.10.000, jadi saya lebih memilih untuk antre saja,” ujar Syamsudin saat ditemui di SPBU Lembang.
Ia mengaku kondisi tersebut cukup membebani dirinya sebagai mahasiswa, karena pengeluaran untuk bahan bakar minyak (BBM) dapat membuat uang bulanannya lebih cepat habis apabila terus membeli secara eceran.
“Terasa sekali. Saya mahasiswa, jadi kalau uang saya habis untuk beli eceran, uang bulanan saya cepat habis. Harga di SPBU dan eceran itu sangat berbeda,” ungkapnya.
Di SPBU, Syamsudin mengatakan pengisian Pertalite yang dialaminya dibatasi sekitar Rp.35.000 atau kurang lebih tiga liter. Sementara itu, pembelian BBM melalui pengecer tidak memiliki batas yang sama, tetapi harga yang harus dibayarkan lebih tinggi.
Meski harus menghabiskan waktu untuk mengantre, Syamsudin mengatakan aktivitas tersebut tidak sampai membuatnya tertinggal mata kuliah. Ia memilih mengantre sebelum atau sesudah jadwal perkuliahan.
Untuk mengatasi antrean panjang, Syamsudin mengusulkan beberapa langkah kepada pemerintah.
“Ada tiga hal. Pertama, pengecer yang menaikkan harga terlalu tinggi dan tidak wajar harus diberi sanksi. Kedua, jumlah SPBU di sekitar kita perlu ditambah. Ketiga, pasokan bahan bakar ke SPBU perlu ditambah, supaya antreannya tidak panjang dan tidak membuat jalan macet,” jelas Syamsudin.
Syamsudin berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi antrean di SPBU sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama untuk mendapatkan BBM.
“Harapan saya pemerintah mengupayakan harga BBM kembali normal. Kita sebagai masyarakat memang membutuhkan BBM,” tutupnya.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

