
Penulis: Reski Arpiani S, Muh Shafwan Zaki
Unsulbar News, Majene- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar meluncurkan Nutrismart Hub berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Telehealth untuk mendukung deteksi dini penanganan stunting di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Sulawesi Barat (Sulbar). Kamis (8/10/2026).
Langkah strategis tersebut diambil guna memperkuat upaya penanganan stunting melalui layanan kesehatan yang lebih terarah dan berbasis data.
Dekan FIKES Unsulbar, D Habibi, S KM M Kes mengungkap bahwa Sulbar berada dalam status darurat gizi, sehingga membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan program konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital.
“Sulbar saat ini berada pada status darurat gizi. Oleh karena itu, tidak bisa lagi hanya dengan program tambahan biasa, kita butuh layanan presisi berbasis data”, tuturnya.
Mengenal Nutrismart Hub
AI Nutrismart Hub dirancang dengan tiga fitur utama, yaitu Posyandu Digital Lintas Lembaga, Layanan Telehealth, dan AI Prediktif.
Fitur AI Prediktif memanfaatkan algoritma Random Forest dan Long Short-Term Memory (LSTM) guna membantu mengidentifikasi risiko stunting sejak dini berdasarkan data yang tersedia.
Salah satu keunggulan platform tersebut ialah mampu diakses secara offline tanpa menggunakan jaringan data atau Wi-Fi, sehingga kader Posyandu dapat mengakses dan mencatat data dengan mudah walaupun berada di lokasi yang sulit sinyal.
Data tersebut direncanakan akan tersinkronisasi secara otomatis dengan sistem Dinas Kesehatan (Dinkes) ketika koneksi tersedia, dengan dukungan Sistem Informasi Geografis (GIS).
Hal tersebut berkaitan dengan kondisi Majene, yang mana masyarakatnya masih banyak bermukim di wilayah pegunungan dengan sinyal yang kurang memadai.
Pelaksanaan Program
Program ini direncanakan berlangsung pada tahun 2026 sampai dengan 2029, dengan uji coba perdana di Kecamatan Banggae, Pamboang, dan Malunda pada tahun 2027.
Uji coba ini direncanakan mencakup tiga Puskesmas dan 30 Posyandu. Setelah tahap uji coba dan evaluasi, platform tersebut direncanakan untuk direplikasi di enam kabupaten di Sulawesi Barat.
Dr. Habibi berharap Nutrismart Hub dapat menjadi model inovasi digital dalam penanganan stunting yang dapat dikembangkan di tingkat nasional, serta mampu meningkatkan pelayanan masyarakat khususnya di wilayah 3T Sulbar.
“Tentunya kami berharap besar pada program ini agar mampu menangani stunting yang ada di Sulbar, dan semoga program ini dapat berjalan dengan baik sehingga dapat ditingkatkan hingga nasional”, ucapnya penuh harap.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

