[Opini] Gen-Z: ketergantungan pada AI Memudahkan Tugas Tapi Melemahkan Kemandirian Belajar

Diana Mahasiswa Manajemen Angkatan 2025. Foto: Dokumentasi pribadi

Penulis : Diana

Zaman sekarang banyak generasi Z (Gen Z) yang ketergantungan pada kecerdasan buatan (AI) khususnya para mahasiswa yang selalu mengandalkan teknologi dalam mengerjakan tugas kuliahnya karena selalu ingin mendapat jawaban instan tanpa harus bersusah payah belajar dan membaca buku.

Namun,di balik kemudahan tersebut,ada yang perlu kita perhatikan,apakah AI benar-benar memberi kemudahan atau justru membuat kita jadi malas mikir?

Menurut saya, AI memang dapat membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas yang di miliki. karena cukup dengan mengetikkan beberapa kalimat pertanyaan saja, maka jawaban yang kita butuhkan bisa muncul dalam hitungan detik. Namun ketergantungan pada teknologi juga sangatlah berbahaya karena membuat mahasiswa menjadi malas untuk berpikir,akibatnya pengetahuan mahasiswa menurun.

Sayangnya,sebagian gen z telah ketergantungan pada teknologi, hal yang sama juga di alami salah satu teman saya yang bernama Nurhidayah,dia mengaku bahwa AI bermanfaat bagi dirinya karena dapat membantu mengerjakan tugasnya,mulai dari mencari informasi,dan merangkup materi. Tapi dia juga merasakan dampak negatif, yaitu merasa dirinya menjadi malas untuk belajar mandiri dan membaca buku.

“AI sangat berdampak sama saya,ada positifnya karena bisa membantu mengerjakan tugas kuliah ku, ada juga dampak negatif yang saya rasakan yaitu malas baca buku”ujar nurhidayah.

Karena itu,sebaiknya AI di gunakan sebagai alat bantu untuk mengerjakan tugas,bukan sebagai jalan pintas untuk tidak berpikir.

Karena pada akhirnya,teknologi hadir untuk memudahkan kehidupan manusia termaksud dalam dunia pendidikan, tapi jangan jadikan sebagai alasan untuk hilangnya kesadaran dalam belajar mandiri dan berpikir khususnya para mahasiswa.

Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok