
Penandatanganan dokumen kerja sama untuk mendorong sinergi Tridarma Perguruan Tinggi di Unsulbar. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi
Penulis: Nazhifa Alyum Arsa
Unsulbar News, Majene – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bersama Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) di Unsulbar, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Selasa (6/10/2026).
Penandatanganan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan akademik kedua institusi. Kesepakatan mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah bersama.
Dekan FKIP Unsulbar Dr Kartika Hajati M Pd menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kemitraan dengan FBSB UNY dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia di Unsulbar,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berupaya memperluas jejaring perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas akademik dan kompetensi sumber daya manusia.
Agenda ini merupakan tindak lanjut komunikasi kelembagaan antara FKIP Unsulbar dan FBSB UNY. Berdasarkan surat Nomor 686/UN.34.12/PBI/X/2026 tertanggal 2 Oktober 2026, rencana penandatanganan disampaikan oleh Ketua Departemen Pendidikan Bahasa Inggris UNY Dr Nunik Sugesti M Hum bersama Ketua Penelitian Prof Erna Andriyanti PhD, dengan sepengetahuan Dekan FBSB UNY Prof Dr Zulfi Hendri S Pd M Sn.
MoA berfungsi sebagai dasar kesepakatan kelembagaan, sedangkan IA menjadi instrumen untuk menjalankan program akademik secara konkret. Kedua dokumen ini diharapkan menjadi landasan bagi kegiatan lanjutan, termasuk penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.
Keterlibatan sivitas akademika dari kedua perguruan tinggi juga membuka kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik di bidang pendidikan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan mutu program akademik serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja sama antarfakultas ini memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika, terutama dosen dan mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kompetensi, serta mendorong lahirnya karya dan inovasi akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi kedua fakultas untuk menyusun program bersama, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong penelitian dan publikasi ilmiah, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di tingkat regional maupun nasional.
Editor: Nurzahira

