Hidupkan Literasi Kampus, UKM Salobanua Unsulbar Kembali Aktif

Pamflet ucapan Ketua dan Wakil Ketua umum. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

Penulis: Reski Arpiani S.

Unsulbar News, Majene – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Salobanua Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali aktif setelah vakum sejak 2023.

Organisasi yang telah melewati tiga periode kepemimpinan ini berdiri hampir bersamaan dengan awal terbitnya Unsulbar News.

Kepastian aktif kembali ditandai dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru pada bulan ini. Sebelumnya, UKM tersebut turut serta dalam sebuah workshop yang menjadi salah satu kegiatan awal kebangkitan organisasi.

Ketua UKM Literasi Salobanua, Muh Ikhwan, menjelaskan bahwa nama Salobanua memiliki makna filosofis. Salo berarti pelita, sedangkan Banua berarti tempat, Selasa (13/10/2026).

Latar Belakang dan Target

Menurut Ikhwan, UKM ini diaktifkan kembali karena budaya literasi di kalangan mahasiswa menurun. Salah satu pendirinya, Muh Abduh S Kom dan Mardiwansyah S IP, juga bertindak sebagai pembina.

“Dunia intelektual dan literasi sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Kondisi sekarang minat baca mahasiswa kurang sekali, sehingga organisasi ini diaktifkan kembali untuk bagaimana mahasiswa bisa kembali minat untuk membaca,” ujar Ikhwan.

Untuk capaian satu tahun pertama, fokus utama pengurus adalah merekrut anggota baru agar roda organisasi tidak kembali vakum. Target gerakan ini adalah seluruh mahasiswa Unsulbar.

Program Kerja

Program kerja yang disiapkan adalah Lapak Baca di area internal dan eksternal kampus serta Bedah Buku dengan mengundang penulis secara langsung. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan bulan depan dengan jadwal dua hingga tiga kali per minggu.

Ikhwan berharap kegiatan membaca dapat mendorong kemajuan cara berpikir mahasiswa. “Yang pastinya dari membaca, otomatis pemikiran mahasiswa akan maju. Kalau sudah maju pemikirannya, otomatis bisa mengubah kondisi-kondisi yang ada di daerah,” tutupnya.

Ke depannya, gerakan literasi ini diharapkan berdampak jangka panjang bagi mahasiswa, khususnya di Universitas Sulawesi Barat, dan masyarakat.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok