
Tim PPK ORMAWA Unsulbar foto bersama usai meraih penghargaan Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi.
Penulis: Paldi
Unsulbar News, Majene – Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa ARENOVA Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) meraih dua gelar juara sekaligus pada ajang tingkat nasional Abdidaya Ormawa 2026 di Makassar pada, Sabtu (24/10/2026).
Kedua gelar tersebut dibawa pulang oleh satu-satunya perwakilan Provinsi Sulawesi Barat, yakni Terbaik 1 kategori Stan Expo Terlengkap dan Terbaik 4 kategori Branding Masyarakat Terkuat.
Ketua Tim ARENOVA, Afdal Muhammad Gafur, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Menurutnya, penghargaan ini adalah buah kerja keras tim bersama masyarakat Desa Saragian selama empat bulan masa pengabdian, Juni-Oktober 2026.
“Saya bangga karena apa yang kami lakukan bersama masyarakat di desa bisa mendapatkan apresiasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Afdal memaparkan, keunggulan stan ARENOVA terletak pada penyajian visual yang komprehensif dan sarat filosofi Desa Saragian. Stan tersebut menampilkan dokumentasi utuh mulai dari akar permasalahan, proses pemberdayaan, inovasi produk berbasis nira aren, hingga hasil pendampingan berupa dokumen MoU, modul, dan majalah.
“Kami berupaya mengangkat potensi lokal aren dan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama, bukan sekadar penerima manfaat,” jelasnya.
Ia mengakui, tantangan terberat di lokasi pameran adalah merangkum rekam jejak empat bulan dalam waktu penyampaian yang sangat terbatas kepada pengunjung maupun dewan juri (reviewer).
Dosen Pendamping Tim ARENOVA, Sudirman S T M T, turut mengapresiasi daya juang mahasiswanya. Ia bercerita, meski tim sejak awal menargetkan kategori stan dan tim pelaksana, ekspektasi saat keberangkatan sebenarnya hanya satu gelar. Namun, optimismenya meningkat saat berada di lapangan.
“Saya melihat effort anak-anak membangun stan selama delapan jam itu sangat luar biasa. Dari situ, saya langsung yakin mereka bisa mendapatkan dua gelar,” kenangnya.
Sudirman memastikan bahwa jejak ARENOVA tidak berhenti setelah kompetisi. Desa Saragian kini resmi berstatus desa binaan Unsulbar, diperkuat dengan penandatanganan MoU antara Fakultas Pertanian dan Kehutanan dengan pemerintah desa setempat demi keberlanjutan program.
Keikutsertaan ini juga menjadi yang pertama bagi Unsulbar di ajang Abdidaya yang diselenggarakan oleh Belmawa Kemdikbudristek. Sudirman berharap pencapaian ini memantik semangat organisasi mahasiswa (ormawa) lainnya. Ia mendorong pembentukan tim kelompok kerja (pokja) dan sosialisasi yang lebih gencar, agar BEM, himpunan, dan program studi berlomba mengirimkan proposal hingga memenuhi kuota maksimal.
Sebagai penutup, Afdal berpesan kepada seluruh mahasiswa Unsulbar agar berani mengambil inisiatif dan tidak sekadar mengejar piala.
“Mulailah dari masalah nyata masyarakat, cari solusi sesuai potensi lokal, dan pikirkan keberlanjutannya,” pungkasnya.
Rombongan tim dijadwalkan tiba kembali di Majene pada, Selasa (27/10/2026).
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa yang berpijak pada potensi lokal dan melibatkan masyarakat mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus mengharumkan nama Unsulbar dan Sulawesi Barat.
Editor: Nurzahira

