
Foto bersama Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa ARENOVA Unsulbar setelah pelepasan. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi.
Penulis: Paldi
Unsulbar News, Majene – Kontingen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dari Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa ARENOVA bersiap mengikuti ajang Abdidaya di Makassar pada, Senin (19/10/2026).
Tim dijadwalkan berangkat pada 21 Oktober 2026 dini hari dan kembali pada 26 atau 27 Oktober 2026.
Unsulbar menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Sulawesi Barat yang tampil di ajang tersebut.
Kontingen ini beranggotakan 12 mahasiswa lintas program studi yang didampingi tiga dosen, yakni Sudirman S T M T dan Nur Indriyanti S Pd M Pd dari Tim Pokja, serta Daud Irundu S Hut M Hut selaku Wakil Dekan III Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar.
Dari 12 mahasiswa tersebut, delapan berasal dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, yaitu Afdal Muhammad Gafur, Riswar, Tiara Renata, Misma Santiani, Jeppli, Yones Baso, Miranti, dan Subhan.
Empat lainnya adalah Mawar Nita (Agribisnis), Ayu Anastasya (Manajemen), Afita Sari (Akuntansi), dan Muhammad Risky (Teknik Sipil).
Ketua Tim, Afdal Muhammad Gafur, menegaskan seluruh anggota berada dalam kondisi prima dan siap secara mental. Persiapan administrasi maupun program telah dimatangkan sejak pengumuman kelulusan PKP, mulai dari kelengkapan identitas diri, buku harian (logbook), laporan keuangan UMKM, hingga sertifikasi legalitas usaha (PIRT, NIB, dan sertifikat halal).
“Simulasi dan latihan presentasi sudah berjalan intensif sejak dua pekan lalu. Saat ini kami sedang memusatkan tenaga untuk mengebut persiapan lomba stan pameran,” ungkapnya.
Sebelum melaju ke Abdidaya, tim telah menjalankan pengabdian masyarakat selama empat bulan sejak Juni 2026 di Desa Saragian. Berbagai inovasi dihadirkan, mulai dari teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk gula merah otomatis bantuan universitas, pembaruan kemasan, pembukuan digital sederhana, pelatihan Canva dan ChatGPT, hingga pendampingan legalitas produk warga.
Meski demikian, pengabdian tersebut tidak lepas dari kendala.
“Tantangan terbesar di lapangan adalah akses lokasi dan adaptasi kebiasaan warga yang masih terbiasa dengan metode tradisional turun-temurun, sehingga butuh waktu menerima pembaruan. Dari sisi internal tim, tantangannya adalah manajemen waktu yang sangat ketat,” tambahnya.
Dosen pendamping, Sudirman, mengapresiasi soliditas dan etos kerja mahasiswa bimbingannya.
“Kekompakan tim ini luar biasa karena mereka tinggal dan berjuang di bawah satu atap selama empat bulan di desa. Hubungannya sudah seperti keluarga sendiri,” tuturnya.
Sudirman menambahkan, keberhasilan tim tidak lepas dari dukungan penuh prodi, fakultas, dan pihak rektorat, baik melalui pendanaan, fasilitasi konversi SKS, maupun pengadaan sarana mesin produksi. Ia berharap kontingen mampu menorehkan prestasi dan mengharumkan almamater.
Senada dengan itu, Afdal mematok target tinggi untuk membawa pulang piala sebanyak-banyaknya ke tanah Mandar. Ia juga berpesan kepada mahasiswa Unsulbar lainnya agar terus berkembang.
“Jangan pernah menyerah sebelum mencoba, dan beranilah melangkah mengambil kesempatan,” tutupnya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari kampus, Tim ARENOVA diharapkan mampu tampil maksimal dan membawa nama baik Unsulbar serta Sulawesi Barat di tingkat nasional.
Editor: Nurzahira

