Eksistensi Publikasi Di Dunia Kampus

Oleh : Rahma Khaerati

Mahasiswa Agribisnis 2016 Universitas Sulawesi Barat

Unsulbar News : Merujuk Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Nomor 17 Tahun 2013, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 92 Tahun 2014, kenaikan jenjang jabatan akademik dosen mewajibkan untuk publikasi pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi di bidangnya. Kebijakan ini memberikan suatu arah agar publikasi ilmiah jabatan fungsional dosen di Indonesia terus ditingkatkan. Adapun tujuan dari publikasi ini adalah mensosialisasikan hasil temuan dari kajian atau penelitian berdasarkan evidence (bukti/kebenaran/fakta/data) di lapangan baik di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional . Banyak sekali fakta hasil kajian dan penelitian yang sebetulnya sangat penting dan menarik untuk diakses dan dijadikan bahan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan, tetapi sulit untuk diperoleh/diakses/dijangkau oleh pengambil kebijakan atau pihak pengguna lainnya. Hal ini disebabkan karena hasil kajian/penelitian para peneliti, dosen, mahasiswa tidak dipublikasikan secara luas.

Salah satu poin penting dalam menjalankan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi oleh dosen adalah melaksanakan penelitian dan mempublikasikan hasil pemikiran serta analisisnya tersebut. Kinerja dosen yang selanjutnya menjadi kinerja jurusan, fakultas dan perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh seberapa luas dan berkualitasnya publikasi para dosen tetapnya.

Tuntutan publikasi yang dilakukan komunitas akademik Perguruan Tinggi memberikan dampak yang cukup besar terhadap kesadaran para dosen pentingnya melakukan kajian, penelitian serta menulis karya ilmiah. Perkembangan karya ilmiah di Indonesia relatif makin baik, terutama sejak diberlakukannya regulasi pemerintah, yang mewajibkan mahasiswa S1, S2 hingga S3 untuk menulis artikel di jurnal ilmiah sebagai salah satu prasyarat kelulusan. Dosen tentunya semakin besar tuntutannya untuk aktif menulis di jurnal ilmiah baik di tingkat nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.

Jurnal digital (e-journal) melalui Open Journal System (OJS) menjadi sarana yang sangat baik untuk mempublikasikan hasil penelitian pada lingkup yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi yang baik untuk referensi dari para penulis dan kasus dari Indonesia untuk di dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sitasi karya ilmiah Dosen, akan meningkat apabila dapat terindeks (paling tidak di Google Scholar). Publikasi yang berkualitas dan terindeks mempengaruhi reputasi dan visibilitas perguruan tinggi dimana Dosen tersebut berada.

Publikasi bagi dosen selain meningkatkan peringkat Perguruan Tinggi, juga dapat mengembangkan hasil riset tersebut sebagai materi pengajaran yang selalu update dan dikembangkan sesuai perkembangan keilmuan dan praktek. Berdasarkan informasi dari Kemenristek Dikti, dosen yang tidak pernah melakukan penelitian dan publikasi, berakibat pada rendahnya kemampuan menulis buku ajar berbasis riset. Bahkan, kemenristek Dikti juga menekankan penilaian kinerja Dosen yang berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat yang dipublikasikan melalui karya ilmiah.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan motivasi Dosen dalam mempublikasikan karya ilmiahnya. Adapun upaya dari Pimpinan Universitas Sulawesi Barat serta Pengurus LPPM-PM Unsulbar adalah dengan mengadakan Workshop Program Mobilisasi dosen pakar/Ahli pada Lokakarya dan Standarisasi pengelolaan e-Journal berbasis Open Journal System (OJS) dan Pengelolaan teknis Konferensi Internasional yang bertempat di Aula Kantor LPPM-PM Unsulbar yang menghadirkan Muhammad Arsyad, PhD, Dosen Pakar/Ahli Pertisum dari Universitas Hasanuddin, Makassar pada Rabu, 20 September 2017. Di akhir kegiatan, dilaksanakan pembentukan Relawan Jurnal Indonesia Sulawesi Barat RJI Sul-bar yang di Ketuai Oleh Muhammad Aswad, S.Pdi, M.Pd (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Unsulbar). Sasaran RJI Sul-bar  ini tak lain adalah membantu para pengelola jurnal untuk bagaimana mengelola jurnal dengan baik, khususnya jurnal yang berbasis Open Jurnal System (OJS).   

Tuntutan Publikasi di dunia kampus bukan hanya untuk para Dosen, tapi juga Mahasiswa, adapun manfaatnya adalah :

 

1. Mengembangkan diri

Penelitian memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktekkan apa yang telah didapatkannya di dalam perkuliahan, mengembangkan dan memperluasnya, dan juga membuatnya menjadi sosok yang lebih inovatif serta kreatif. Semua ini berguna untuk perkembangan pribadi mahasiswa tersebut nantinya.

2. Mengabdi pada masyarakat

Kampus merupakan institusi pendidikan tinggi yang diharapkan bisa memajukan masyarakat yang ada di sekitarnya. Penelitian merupakan cara bagi institusi pendidikan untuk mengabdi pada masyarakat dengan menganalisa dan memberikan solusi bagi masalah-masalah yang ada di masyarakat.

3. Menaikkan reputasi kampus

Riset yang semakin banyak dan publikasi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut akan membuat nama universitas menjadi semakin mentereng. Publikasi juga menjadi salah satu poin untuk mengukur kualitas kampus. Semakin banyak riset yang ditelurkan oleh para dosen di suatu perguruan tinggi, ternyata mampu mendorong perbaikan peringkat reputasi bagi institusi tersebut. Logikanya, saat seorang peneliti melakukan publikasi diberbagai jurnal ilmiah, otomatis peneliti tersebut akan memasukan nama institusi dari mana dia berasal. Sehingga nama perguruan tinggi tersebut menjadi semakin dikenal.

Beberapa indikator umumnya dipakai untuk menilai produktivitas ilmiah seorang Dosen adalah jumlah dan kualitas publikasi ilmiahnya. Selain itu, penghargaan pengakuan atas karya maupun integritas ilmiahnya, serta tingkat aktifitas dan partisipasi ilmiahnya pada lembaga-lembaga ilmiah, seminar, lokakarya dan kegiatan ilmiah lainnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok