Oleh : Isvani Arief
Melangkah dan terus melangkah
Tanpa menahan diri
Di bawah derasnya hujan,diatas gumparan pasir
Engkau tetap melanjutkan tekatmu
Dinding kaca kehidupan
Sangat susah untuk engkau lalui
Sangat sulit engkau jalani
Tapi,disisi lain engkau bangkit dan bangkit
Diawal pintu perjuangan
Disitu letak kemampuanmu
Di tengah tempat engkau berdiri
Disitu letak tekadmu
Di ujung ruang harap,disitulah kebangkitanmu
Wahai seorang pemuda
Sungguh,engkau telah melalui
Kerasnya kehidupan ini
Engkau sudah merasakan
Jatuh dan bangkit dalam misteri hidup ini
Tetapi,setelah engkau melewati itu semua
Sama sekali engkau tidak mempunyai
Benak rasa kesombongan
Yang melekat dalam jiwamu
Penulis adalah mahasiswa prodi keperawatan Unsulbar angkatan 2017

