
Penulis: Yuliani Ariani/Isvani Arief
Editor : Mardiwansyah
Unsulbar News, Majene. Sekelompok massa yang menggelar unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada Senin, 19 Desember 2017. Unjuk rasa digelar dari pukul 11. 00 Wita tersebut dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa Unsulbar.
Ibnu Hattab, koordinator lapangan, mengatakan aksi ini merupakan lanjutan dari aksi jilid dua yang tidak sempat disaksikan pihak kampus Unsulbar, dan ada beberapa poin yang mendasari kami sehingga melakukan aksi jilid tiga ini, salah satunya mengenai transparansi anggaran kampus yang 5 tahun sudah merupakan kampus negeri akan tetapi, tidak ada transparansi mengenai anggaran kampus, selanjutnya mengenai infrastruktur yang tidak setara dengan pembayaran uang kuliah tunggal mahasiswa. “Jika suara kami tidak didengar, dan tidak ada tanggapan dari kampus, maka kami akan melakukan aksi jilid keempat,” tegas Hattab
Terkait aksi ini, Lalu lintas di depan gedung rektorat Unsulbar tersendat. Ihwal unjuk rasa diwarnai dengan pembakaran ban. Sebagaimana yang diungkapkan Nurlela, pengguna jalan, aksi mahasiswa yang begini memang bagus untuk menyadarkan rektor dan pemimpin-pemimpin kampus untuk sesegera mungkin memperbaiki fasilitas kampus. Akan tetapi, lanjutnya caranya kurang bijak dan kurang damai.
“Tadi sempat ada bentrok antara polisi dan mahasiswa yang sangat mengganggu pengguna jalan dan membuat pengguna jalan merasa takut, belum lagi aksi bakar ban yang terkesan anarkis,” ungkap Nurlaela kepada jurnalis Unsulbar News.
