
Kontributor : Tenriware/ Sri Astuti RM
Editor : Mardiwansyah
Unsulbar News. Pengabdian masyarakat merupakan bagian integral tri dharma perguruan tinggi yang dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma yang lain serta melibatkan segenap sivitas akademik: dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan serta alumni. Salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada Tahun 2017 yaitu Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Pada kegiatan KKN Gelombang VIII yang dilaksanakan pada tanggal 23 Maret sampai dengan 2 Mei 2017 terlaksana dengan baik dengan empat program KKN-PPM yang telah dimenangkan oleh dosen Unsulbar.
Keempat program tersebut dilaksanakan di empat kecamatan di wilayah provinsi Sulawesi Barat yakni kabupaten Polewali Mandar terdiri dari kecamatan Binuang, kecamatan Wonomulyo, kecamatan Tamangalle. Untuk kabupaten Majene dilaksanakan kecamatan Sendana. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa kurang lebih 300 mahasiswa yang dibagi kedalam 11 posko/desa.
Khusus di wilayah kecamatan Binuang, KKN-PPM ditempatkan di Pulau Battoa, Desa Tonyaman dengan mitra 3 (tiga) kelompok usaha yaitu : Mitra Usaha Bahari Indah, Mitra Usaha Berkah, dan Mitra Usaha Mutiara dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Penerapan Teknologi Pengolahan Ikan dan Pengemasan serta Pemasaran Produk Olahan”. Tema ini dianggap sangat tepat karena wilayah sasaran yang dituju mayoritas penduduknya adalah nelayan. Menurut Ketua pelaksana kegiatan Dr. Tenriware, S.Pi., M.Si, kegiatan tersebut meninggalkan banyak cerita dan kesan yang berharga, sehingga kekerabatan dan keakraban dengan mitra KKN-PPM sampai saat ini masih terjalin dengan baik dari sisi pembinaan mitra dalam memberdayakan masyarakat setempat.
Sampai saat ini , berkat kerja keras dari ketua pelaksana kegiatan, kedua mitra yaitu Mitra Usaha Bahari Indah dan Mitra Berkah telah difasilitasi untuk menerbitkan legalitas usaha mereka berupa : Surat Izin Usaha Perdagangan dengan nomor : 02/SIUP/503/Kec.Bng dan 03/SIUP/503/Kec.Bing. Selain itu tanda daftar perusahaan perorangan, izin gangguan tempat usaha, bahkan baru baru ini difasilitasi dengan menerbitkan 3 (tiga) sertifikat halal produk olahan mitra bahari indah.

Upaya yang tidak ada henti untuk membina mitra KKN-PPM di Pulau Battoa akan direncanakan dalam waktu dekat produk olahan yang dihasilkan agar diterbitkan Nomor PIRTnya dari Dinas Kesehatan setempat, langkah yang telah ditempuh saat ini, mitra ini telah disurvei oleh dinas kesehatan terkait, tinggal menunggu progres selanjutnya untuk diterbitkan PIRT.
Ketua pelaksana dalam menjalin kerjasama dengan mitra KKN-PPM setiap bulan menyempatkan diri ke Pulau Battoa untuk bersosialisasi dan memonitoring perkembangan usaha kelompok mitra. Ketua pelaksana KKN-PPM dalam waktu dekat ini akan bekerja sama kembali di Pulau Battoa dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Tema Diversifikasi Olahan Produk Rumput Laut rencananya akan dilaksanakan di bulan April – Oktober 2018.
Antusias kerjasama antara mitra dan pihak Universitas sangat kental, hal ini terlihat pada kunjungan Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan Ketua LPPM di lokasi mitra. Sumbang saran yang diberikan diterima oleh mitra dengan baik.

daging ikan)
Adapun olahan produk yang telah dihasilkan selama kegiatan KKN-PPM berlangsung hanya dua produk saja yaitu olahan Abon Ikan dan Bakso Ikan dengan kemasan yang didesain sendiri bersama mitra usaha. Pengolahan Abon Ikan Mulai dari penyediaan bahan baku sampai pengemasan di lokasi mitra.
Kegiatan KKN-PPM ini merupakan bentuk nyata kontribusi Universitas bagi masyarakat, industri, pemerintah Daerah dan kelompok masyarakat yang ingin mandiri secara ekonomi maupun sosial. Program KKN-PPM ini mensyaratkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa berperan aktif dalam mengetahui permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaannya terdapat pergeseran paradigma dari Konsep working for the community menjadi “ working with community”. Demikian pula halnya dalam rangka meningkatkan mutu kegiatan KKN-PPM tersebut maka sudah selayaknya kegiatan KKN-PPM tersebut lebih kontekstual dengan mengubah paradigma pembangunan (development) menjadi paradigma pemberdayaan (empowerment).
Lihat : Foto : Hasil Program Mitra Kelompok Usaha KKN PPM Unsulbar di Pulau Battoa

