
Jurnalis : Kamariah
Editor : Mardiwansyah
Unsulbarnews, Majene. Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, begitulah sosok yang cocok untuk mengambarkan Darmansyah (Ancha) mahasiswa Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ) angkatan 2016 anak dari pasangan Arafik dan Darmawati. S yang telah menekuni usaha kedai kopi. Dengan modal sendiri, dia berharap usahanya dapat meringankan beban orang tua dan dapat mengumpulkan dan menginspirasi anak-anak muda penikmat kopi.
Berawal dari film Filosofi Kopi yang diperankan oleh Chicco Jerikho sebagai ben dan Rio Dewanto sebagai jodi, Ancha mengaku termotivasi menjadi seorang barista. Selain itu Ancha dan teman-temannya sering menghabiskan waktu di kedai kopi saat sedang menyelesaikan tugas kuliah atau mengisi kekosongan waktu. Saat itulah muncul ide kreatif untuk membuat usaha kedai kopi dengan nama Coffee Art. Melakukan bisnis di usia muda bukanlah penghambat dalam proses perkuliahan, justru menurutnya menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
“Berawal lah dari kepahitan biar tidak kaget saat manis itu hilang dari bumi ini dan prinsip saya dalam dunia usaha itu yang terpenting JANGAN GENGSI!!! Gengsi tidak akan membuatmu kaya, tetapi ketika kamu kaya kamu akan bergengsi” ungkapnya.
Meskipun pada awalnya tidak ada restu dari orang tua karena takut kuliahnya akan terganggu tetapi pria asal Pamboang, Majene tersebut tidak pernah menyerah dan memiliki keyakinan kuat untuk menjalankan usahanya meskipun pada saat itu dirinya hanya dibantu oleh Riswan teman sekelas dikampus dan juga teman sekampungnya.
Menggunakan motor gerobak, kedai kopi Coffee Art memulai debutnya dengan berjualan di depan rektorat Unsulbar hingga pada awal bulan Januari 2018, Coffee Art berpindah tempat di sekitar kantor DPRD Majene dengan alasan agar kedai kopi miliknya bisa dinikmati banyak pencinta kopi, tidak hanya kalangan mahasiswa namun masyarakat umum juga dapat mencicipi cita rasa kopi Coffee Art yang khas.
Berbagai menu pun disiapkan, karena semakin banyaknya pelanggan yang mulai suka dengan kopi racikan barista kampus asal pamboang ini. Adapun daftar menu yang disajikan adalah single original, kopi susu, coffee latte, cappucino, chocolate, green tea + latte, nutrisari bon-bon, taro latte, dan taro + milo.
Untuk lebih memanjakan penikmat kopi, dirinya juga membuka kerjasama dengan salah satu lapak baca di Majene dengan harapan pengunjung dapat membaca buku sambil menikmati kopi. “Mulai juga dari gerobak motor sampai gerobak rombong dan sekarang pakai geobak sepeda dan saya juga bekerja sama dengan kak Wahyu dari lapak baca LKMM supaya pembeli bisa menikmati kopi sambil membaca buku” ujarnya.
Selain itu, agar kuliah dan kegiatan organisasinya tidak terganggu Ancha juga mempekerjakan barista agar aktivitas kuliahnya tidak terganggu.” Ya begitulah cara saya membagi waktu untuk kuliah organisasi dan bisnis, bukan waktu yang mengatur kita tapi kitalah yang harus mengatur waktu karena kuliah tetap nomor satu” jelasnya
Dengan keyakinannya tersebut, usaha kedai kopi yang digelutinya tidak mempengaruhi proses perkuliahan dan keaktifannya di organisasi himpunan hingga sampai semester empat saat ini dia memperoleh IPK 3,58 dan memperoleh beasiswa BI (Bank Indonesia).
Melalui kerja kerasnya, dirinya bercita-cita ingin membantu usaha rumah makan orang tuanya untuk kembali aktif dengan kolaborasi kedai kopi miliknya. “Insyah Allah tempatnya di kota Majene, mudah-mudahan tercapai di tahun yang akan datang” harap Ancha
Diakhir perbincangannya bersama Unsulbar News, barista kampus ini berpesan bahwa untuk menjadi sukses jangan pernah mengeluh dan tetap percaya Tuhan punya rencana terbaik bagi hambaNYA yang selalu sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan.
“Janganlah pernah mengeluh dengan apapun yang terjadi karena apa yang terjadi itu adalah versi terbaik diberi oleh Sang Maha Kuasa jadi nikmatilah setiap apa yang terjadi dalam kehidupan karena hidup itu seperti seni” tutup Ancha barista Coffee Art Majene.

