
Aksi panggung Nurul Hikmah Anggraini sebagai Mira. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi
Penulis: Ain Syaqilah, Ifha Latifa Hamsah
Unsulbar News, Majene – Menjadi Mira dalam Teater Anjoro Lupa bukan sekadar menghafal dialog, tetapi juga pergulatan emosi. Tantangan itu dirasakan Nurul Hikmah Anggraini, mahasiswi STAIN Majene yang memerankan karakter bertolak belakang dengan dirinya dalam pertunujukan di Auditorium Mini Unsulbar. pada hari Sabtu (10/10/2026).
Nurul bergabung dengan Teater Anjoro Lupa sejak Mei 2025 dan menjalani latihan selama kurang lebih enam bulan untuk memerankan Mira, istri Arif. Ia mengaku kesulitan mendalami karakter tersebut sebelum pertunjukan dimulai, tetapi mulai merasakan emosi tokohnya ketika berada di atas panggung.
“Karakter Mira sangat bertolak belakang dengan karakter saya,” ungkap Nurul.
“Sebelum tampil itu hanya kosong dan belum bisa mendalami perannya, namun setelah tampil saya baru merasakan emosi dari karakter yang saya perankan,” tuturnya.
Selain mendalami karakter, Nurul juga menghadapi tantangan membagi waktu antara latihan teater dan kegiatan perkuliahan.
Teater Anjoro Lupa, mengangkat kisah pasangan suami istri muda yang dihadapkan pada kepentingan ekonomi dan tradisi Miuri dalam masyarakat Mandar. Miuri merupakan praktik memijat perut ibu hamil menjelang waktu melahirkan.
Dalam cerita tersebut, Mira dan Arif memilih mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama Ibu Desa karena tawaran honor besar dan janji pengangkatan Arif sebagai mandor. Keputusan itu menimbulkan persoalan ketika mereka hendak melaksanakan akikah, sebab buah kelapa yang dibutuhkan telah diserahkan kepada pemerintah. Keduanya kemudian mencuri kelapa tersebut, sehingga konflik dalam cerita memperlihatkan pertentangan antara kepentingan ekonomi dan pelaksanaan tradisi.
Bagi Nurul, keterlibatannya dalam teater menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan sosial dan budaya melalui seni pertunjukan. Ia berharap Teater Anjoro Lupa semakin dikenal luas dan pesan yang disampaikan dapat membuat penonton lebih peka terhadap persoalan di masyarakat.
“Saya berharap Teater Anjoro Lupa ini dapat lebih dikenal lebih luas dan penonton menerima pesan yang disampaikan dan bisa lebih peka lagi,” ungkapnya.
Melalui perannya sebagai Mira, Nurul turut mengajak penonton merenungkan konsekuensi keputusan yang diambil demi keuntungan sesaat serta pentingnya memahami nilai tradisi dalam kehidupan masyarakat.
Editor: Nurzahira

