Karya: Muhammad Rifaldi. B Melihat senja mulai kembali ke peraduan, cahaya senja perlahan menghilangGelap mulai menutupi bumi, menanti takdir yang masih sembunyiTuhan itu ada,
Sastra
Cerpen dan Puisi
Cerpen: Keinginan Karin
Karya: Nuralisa Unsulbar News, Majene – Gadis berambut sebahu itu menunduk, menggenggam kertas di tangannya kuat-kuat. Ia telah duduk berjam-jam di bangku taman dengan
EKSPEKTASI
Oleh : Cahya Begitu antusias menantikan ekspetasi Namun, harus beribukali menelan ludah sendiri Ekspektasi yang tak sesuai realita ….Kini… Lebih banyak diam daripada berbicara
Puisi : Pohon Sengketa
Karya : Mulki Di antara tembok akademisDan kebijakan politik dan sosialKau berdiri kokoh di belakang angin Kala badai diguyur hujanKala terik malu berujarSelepas kering
Puisi : KEMBARA
Karya: Rita Bulan Berlari malam dengan dingin yang panjangMenemui kekasih yang ia rindu di dalam hutan yang jauh Jalan berkelok dan menanjakdiseling setapakyang baru
Puisi : Imanku
Karya : Dina Mariana Hari berganti hariBegitu banyak pengalaman baruTeman baru, situasi yang baru,Hingga bertemu dengan berbagai karakterYang membuat diriku sibuk sehingga lupa dengan
Cerpen : Ini Aku yang Tidak Pandai Bersosialisasi
Karya : Ishak Unsulbar News,– Aku hanya seorang yang tak dianggap keberadaannya, disekolah aku selalu duduk di bagian pojok sambil membaca komik dan mendengarkan
Puisi : Dia Itu Perempuan Malang
Karya : Musfira Ia berjalan dalam gua gelap dengan mata terbuka.Terkadang ia berlari di lorong terang dengan mata tertutup.Api menyalakan raganya.Kenyataan mematikan jiwanya. Dia
Puisi : Rasa yang Tak Terungkapkan
Karya : Ishak Hanya bisa menatapmu dari jendela kusam iniDengan air mata yang menetesJiwa yang menggebuJantung yang terus menerus berdetak Ragamu sangat jauh, sangat
Puisi : Ibu, Jangan Berharap lebih
Karya : Kartawan Sudah, jangan berharap lebihHarapanmu terlalu berat di punggungkuBukanku karena tak inginTapi aku tak sekuat itu, aku tak sehebat itu Oh, IbukuAku










