
Jurnalis: Ihsan Badrah
Unsulbar News, Majene — Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sosialisasikan pengelolaan sampah berbasis bio cycle farming di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Minggu (14/5/2023).
Salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan tim dosen yang bekerjasama dengan mahasiswa KKN Tematik Membangun Desa Unsulbar Angkatan I Desa Tammangalle, Balanipa, Polman.
Narasumber sekaligus dosen Unsulbar, Suyono dalam kesempatannya menyatakan tujuan dari kegiatan ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat di Desa Tammangalle tentang pengelolaan sampah berbasis bio cycle farming.
“Upaya ini diharapkan dapat menjadi langkah alternatif untuk mengurangi permasalahan sampah, terutama sampah (limbah) rumah tangga,” tutur dosen agroekoteknologi juga koordinator pengelola green house hidroponik Fapertahut Unsulbar kepada Unsulbar news, dalam wawancara online, Selasa (16/5).
Lebih jauh, ia menekankan bahwa sampah masih menjadi persoalan yang mendapati kegagalan dalam penangannya. Sehingga melalui penerapan bio cyclo farming di tahap awalnya bertujuan untuk memanfaatkan agen hayati makhluk hidup sebagai suatu pendekatan mengelola sampah organik rumah tangga yang terbuang.
“Penerapan bio cycle farming di awali pada rumah tangga memilah sampah dari aktivitas sehari-hari. Sampah organik kemudian diolah menjadi berbagai macam produk seperti kompos, pupuk organik cair (poc), mikroba organik local (mol), eco enzim (cairan serta guna), dan menghasilkan lindi dan maggot (system ember tumpuk),” tambah pembina komunitas Petani Millenial Petani Keren UFC (Unsulbar Farming Club) tersebut.
Pada kesempatan itu pula, Muh Fahyu Sanjaya, dosen Agroekoteknologi Unsulbar yang ahli dalam bidang biodiversitas tanah dan budidaya tanaman mempraktekkan langsung cara membuat Lubang Resapan Biopori (LRB), dimana fungsinya adalah untuk mengatasi sampah organik dan mempercepat peresapan air hujan.
Lebih lanjut Fahyu menjelaskan, peran seluruh aspek sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian lingkungan baik dari skala kecil yakni dari individu/keluarga hingga ketingkat lebih luas yaitu pemerintah desa, kabupaten, bahkan provinsi.
Secara terpisah, perwakilan Kepala Desa Tammangale, Ramlah dalam sambutan menyampaikan bahwa sampah menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh pemerintah kabupaten Polewali Mandar, termasuk Desa Tammangalle.
Sehingga dengan adanya sosialisasi dari dosen Unsulbar, masyarakat bisa semakin sadar dan aktif dalam mengolah sampah tepat guna.
“Ini sangat diharapkan agar banyak yang bisa hadir utamanya anak muda dari Karang Taruna setempat, supaya bisa lebih bergerak cepat dan bisa menjadi gerakan yang segera di praktekkan minimal dalam lingkungan tempat tinggalnya,” tuturnya.

