
Jurnalis: Ihsan Badrah
Unsulbar News, Majene — Kampus baru Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berlokasi di Padang-Padang, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
Sebagai kampus kebanggaan masyarakat Sulbar, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dijuluki kampus Merah Marun ini terus memoles diri. Salah satunya mewujudkan lingkungan kampus yang hijau.
Pantauan Unsulbar News, Minggu (28/5/2023) pagi, berlangsung aksi tanam pohon di kampus baru Unsulbar. Setidaknya terdapat tiga titik penanaman, yakni di lokasi sekitar gedung Perpustakaan, Laboratorium Terpadu dan Laboratorium ITC.
Aksi kali ini melibatkan civitas akademika Unsulbar mulai dari unsur pimpinan hingga mahasiswa. Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulbar.
Koordinator Pramu taman Unsulbar sekaligus ketua panitia aksi, Jolman SE dalam kesempatannya menjelaskan ratusan bibit pohon telah disiapkan dan akan ditanam secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan cuaca.
“Akan ditanam sekitar 150 bibit pohon, dimana 100 pohon jenis kayu dan selebihnya itu pohon buah,” ujarnya saat diwawancara Unsulbar News disela aksi.
Jolman menambahkan, bibit pohon kayu yang ditanam tersebut merupakan hasil pemberian DLHK Sulbar. Sedangkan untuk pohon jenis buah dibeli sendiri oleh Unsulbar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DLHK Provinsi Sulawesi Barat yang telah mendukung kegiatan
memberikan sumbangan bibit pohon yang kita tanam hari ini. Ucapan terima kasih juga kepada kampus Unsulbar yang telah mensuppot sehingga kegiatan dapat
dilaksanakan,” sambungnya.
Lebih jauh, kata Jolman selain upaya menghujaukan kampus, kegiatan ini juga mampu memupuk jiwa kecintaaan terhadap lingkungan kampus sehingga asri dan nyaman bagi seluruh civitas akademika.
“Selain itu, kegiatan hari ini bagian dari memperingati Hari Bumi dan
Keanekaragaman Hayati yang telah diperingati pada beberapa waktu yang lalu,” pungkasnya.
Kesempatan berbeda, Wakil Rektor (WR) II Unsulbar, Ir H Anwar Sulili, M Si dalam sambutan membuka aksi tanam pohon ini memberikan pandangannya. Dimana ia mengaitkan dengan fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Fenomena tersebut adalah kenaikan suhu ekstrim yang melanda berbagai daerah di Indonesia dan ini adalah dampak kerusakan lingkungan,” imbuhnya.
Suhu panas tersebut semakin terasa kata ia, karena ekosistem hutan yang mengalami dekradasi, ditambah efek rumah kaca akibat emisi gas penggunaan kendaraan bermotor hingga industri.
Sehingga lewat momen aksi taman pohon sebagai upaya peduli lingkungan, Anwar Sulili berpesan kepada para akademisi untuk menjadi pendongkrak dalam menyadarkan semua pihak.
“Peran kita adalah menyadarkan semua pihak untuk mengembalikan (ekosistem), salah satunya dengan menanam pohon,” tuturnya.

