Hima Sylva PC Unsulbar Sukses Gelar Kembara IX

Kembara IX Hima Sylva PC Unsulbar sukses di gelar. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Magfirah

Unsulbar News, Majene–Himpunan Mahasiswa Sylva PC Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan, sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti Rimbawan (Kembara) ke-IX yang berlangsung selama empat hari, sejak Sabtu hingga Selasa (10–13/05/2025) di Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Mengusung tema “Revitalisasi Peran Kader untuk Lembaga yang Aktif dan Inovatif”, kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang merupakan kader Hima Sylva. Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang berfokus pada pengkaderan, kreativitas, serta aksi pelestarian lingkungan.

Salah satu agenda utama adalah Malam Sylva Ria, yang digelar selama dua malam (11–12 Mei).

Acara ini menampilkan beragam pertunjukan seni dari mahasiswa kehutanan Unsulbar, mulai dari tari kreasi, tari tradisional, musikalisasi puisi, fashion show bertema satwa, monolog bertema hutan, drama komedi, hingga live music.

Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri oleh dosen kehutanan, mahasiswa, serta masyarakat setempat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dan kemampuan mahasiswa, tidak hanya dalam ranah akademik tetapi juga di bidang seni dan ekspresi budaya,” ujar panitia pelaksana.

Baca Juga: Kembara IX Hima Sylva Unsulbar: Tanam 500 Pohon di Lingkungan Puawang, Majene

Memasuki hari ketiga (12 Mei), Kembara IX juga menggelar aksi penanaman 500 pohon di Kelurahan Baruga Dhua, Kecamatan Banggae Timur.

Penanaman ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen kehutanan Unsulbar, pemerintah kelurahan setempat, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar.

Adapun jenis pohon yang ditanam mencakup tanaman yang adaptif terhadap kondisi lokal dan bernilai ekologis.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kegiatan lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung program penghijauan dan mitigasi perubahan iklim,” ungkap dosen pendamping, Muhammad Sarif, S Hut, M Si.

Kegiatan ditutup secara resmi pada hari keempat, Selasa (13/5), dengan harapan agar Kembara IX tidak hanya memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Editor: Nurul Inzana Filail

Nurul Inzana Filail

Just call me Iyun. Meet me on Instagram @iyunniee_

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok