
Jurnalis :Jurlian
Unsulbar News, Majene – Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar dialog akademik, di gedung kembar ruang perkuliahan Unsulbar. Sabtu, (25/08/2024).
Dialog dengan tema “Kemitraan closed loop Agribisnis menciptakan ekosistem yang efisiensi dan terintegrasi” tersebut, bertujuan sebagai wadah diskusi bersama mengenai program kemitraan closed loop yang sudah berjalan di Indonesia.
Pantauan kru Unsulbar News, Astina SP M Si hadir sebagai pemateri. Dalam menyampaikan materinya, ia sampaikan bahwa closed loop merupakan sebuah program kemitraan kementrian ekonomi yang bekerjasama dengan dinas pertanian dan pemerintah.
“Sebenarnya closed loop ini adalah sebuah program kemitraan yang sudah dijalankan oleh kementerian ekonomi, bekerjasama dengan dinas pertanian dan pemerintah untuk bisa membangun kesejahteraan petani,” ucapnya saat memaparkan materi.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan, program sudah berjalan sekitar dua tahun dan pertama kali diterapkan di pulau jawa.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2022 lalu yang mana pertama kali diterapkan di pulau Jawa,” sambungnya.
Dimana program closed loop sendiri berfokus pendampingan terhadap kemandirian petani.
“Yang mana, program kemitraan closed loop ini lebih menekankan pendampingan pada petani, agar bisa lebih mandiri dan dapat menerapkan sustainable practices, yang mana diharapkan kedepannya program ini bisa terus berjalan,” jelasnya.
Meskipun belum bisa diterapkan di semua daerah di Indonesia, karena masih berpusat di satu tempat serta berbagai faktor yang dipertimbangkan dalam menerapkan program ini, pemerintah terus berupaya agar hal tersebut bisa merata.
“Tapi kedepannya pasti pemerintah akan mengusahakan program, ini bisa sampai seluruh darah Indonesia,” kata Astina masih sesi materi.
Saat sesi diskusi, dosen Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) tersebut sampaikan, bahwa setiap program pemerintah yang sedang berjalan dan akhirnya tidak dilanjutkan bukanlah sebuah kegagalan program, melainkan saat pergantian pemerintahan, pemimpin baru memilih untuk tidak melanjutkan program sebelumnya. Hal tersebut juga yang akan menjadi keberlanjutan program closed loop kedepannya, apakah masih berlanjut ataupun tidak.
“Sebenarnya program pemerintah tidak gagal, cuman sering kali tidak dilanjutkan karena ada beberapa faktor seperti pergantian pemimpin yang tidak ingin melanjutkan program itu lagi,” jelasnya saat menjawab pertanyaan salah satu peserta forum.
Salah satu peserta dialog Akbar Rahman, ungkap pendapatnya mengikuti kegiatan.
”Dialog akademik ini sangat positif, Kegiatan seperti ini penting untuk memperkaya wawasan dan mengenai Materi yang dibahas selama dialog ini juga sangat mudah dipahami, karena pemateri yang menjelaskan memberikan pemaparan simpel dan mudah dipahami,” kata Akbar.

