
Pengurus dan kader LIMATA Sulawesi Barat berfoto bersama usai pelaksanaan pelantikan. Sumber Foto: Unsulbar News.
Penulis: Amalia, Diana
Unsulbar News, Majene – Lingkar Mahasiswa Tapango (LIMATA) Sulawesi Barat resmi melantik 37 pengurus baru di Aula MAN 1 Majene pada, Jumat (30/10/2026).
Pelantikan ini mengusung tema “Rekonstruksi LIMATA: Membangun Kepemimpinan Progresif dan Transformatif”. Kegiatan ini menjadi langkah regenerasi sekaligus wadah untuk mempererat persaudaraan mahasiswa asal Tapango yang menempuh pendidikan di Majene.
Ketua Panitia Pelaksana, Muh Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi semangat membangun solidaritas yang lebih luas.
“Harapannya, LIMATA tidak hanya mempererat hubungan antarmahasiswa Tapango, tetapi juga mampu membangun solidaritas dengan mahasiswa lainnya di Majene dan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum LIMATA Sulawesi Barat, Bagaskara, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi gerbang awal untuk menjalankan dua program prioritas kepengurusannya.
Prioritas pertama adalah menjaring dan menyatukan mahasiswa asal Tapango untuk bergabung menjadi kader. Prioritas kedua berfokus pada pengembangan sumber daya alam di daerah Tapango sebagai bentuk pengabdian nyata kepada kampung halaman.
Meski demikian, Bagaskara mengakui adanya tantangan berupa rendahnya minat sebagian mahasiswa untuk berlembaga. Untuk mengatasinya, ia akan mengedepankan pendekatan kekeluargaan agar LIMATA benar-benar menjadi “rumah” di tanah rantau untuk memecahkan persoalan dan mengembangkan bakat kader.
Sebagai tindak lanjut, kepengurusan baru ini akan segera menggelar Rapat Kerja (Raker) dan lokakarya (workshop).
Pelantikan turut dihadiri jajaran Dewan Pembina dan Pengarah LIMATA, Wakil Presiden Mahasiswa Unsulbar, perwakilan organisasi daerah (organda), serta sejumlah orang tua mahasiswa. Acara juga dimeriahkan pementasan dari sanggar seni setempat.
Dengan dilantiknya 37 pengurus baru ini, LIMATA Sulbar diharapkan mampu menjadi wadah yang solid bagi mahasiswa asal Tapango untuk mempererat persaudaraan, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi daerah asal.
Editor: Nurzahira

