Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi di Majene, Soroti Kebijakan Pemerintah dan Kerusakan Lingkungan

Suasana Mahasiswa saat menyampaikan orasinya. Sumber Foto: Unsulbar News

Penulis: M Fudail, Andri Irawan

Unsulbar News, Majene – Forum Kota Majene yang terdiri atas sejumlah organisasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan organisasi daerah menggelar aksi demonstrasi bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Aksi tersebut dipusatkan di dua titik, yakni Tugu Pahlawan dan Kantor DPRD Kabupaten Majene pada, Rabu (28/10/2026).

Tuntutan utama yang disuarakan berkaitan dengan evaluasi kebijakan pemerintahan Prabowo serta sejumlah persoalan lain, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan kerusakan lingkungan, khususnya kebakaran hutan yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Selain itu, massa aksi menilai pengawasan terhadap aktivitas perusahaan, termasuk perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, perlu diperketat.

Jenderal Lapangan, Rusdi, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari dialog publik yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Forum Kota Majene.

“Tuntutan yang pertama itu persoalan evaluasi kebijakan pemerintahan Prabowo. Kemudian, yang perlu kita evaluasi adalah persoalan kebijakan dan juga pengawasan dari pemerintah. Tidak bisa dipungkiri, terjadinya kebakaran hutan saat ini juga berkaitan dengan adanya beberapa perusahaan asing di Indonesia,” ujarnya.

Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Forum Aliansi Mahasiswa Mamasa (FAM), Persatuan Mahasiswa Mamasa (PMM), Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL), Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), Ikatan Keluarga Mahasiswa Massenrempulu (IKMM), serta KAMRI.

Sebelum turun ke lapangan, pihak penyelenggara telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada kepolisian agar situasi tetap kondusif. Penyelenggara juga berharap kepolisian dapat melakukan pengawalan selama aksi berlangsung.

Rusdi turut berpesan kepada mahasiswa agar lebih peduli terhadap kondisi sosial dan lingkungan saat ini.

“Pesan kepada seluruh mahasiswa, khususnya, jangan menjadi mahasiswa apatis dan juga menjadi mahasiswa hedon yang hanya mementingkan kumpul-kumpul di warkop dan lain sebagainya. Mari kita peka terhadap isu atau keadaan yang saat ini sedang terjadi, karena esensi dari mahasiswa tidak terlepas daripada itu,” tuturnya.

Terkait harapannya setelah aksi, Rusdi menyampaikan bahwa sejumlah tuntutan akan dibawa ke kantor DPR. Ia berharap tuntutan tersebut tidak hanya berhenti di tingkat daerah, tetapi juga sampai ke tingkat nasional.

“Untuk harapannya, ini kan kita mau, ada beberapa tuntutan yang akan kita bawa ke kantor DPR. Nah, salah satu bonusnya itu adalah kita mau betul-betul tuntutan ini sampai di nasional,” terangnya.

Aksi bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi salah satu wujud keterlibatan mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi terhadap isu kebijakan publik dan lingkungan di Kabupaten Majene.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok