
Tim mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik Unsulbar yang lolos pendanaan Aksara 2026. Sumber Foto: Unsulbar News/Desain Atian Ramdan
Penulis: Wahdini, Putri Maurina Engka
Unsulbar News, Majene – Tim Himpunan Mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat (HIMAPSI-FT) lolos pendanaan program AKSARA 2026 melalui inovasi bertajuk “Budidaya dan Pemasaran Jamur Tiram Berbasis IoT dan Web”. Inovasi ini dirancang untuk membantu petani memantau kondisi rumah jamur sekaligus memperluas pemasaran hasil budidaya melalui teknologi digital.Program ini mulai berjalan pada, Minggu (11/10/2026).
Sehari setelahnya, tim menggelar rapat perdana untuk membahas persiapan dan langkah pelaksanaan proyek pada, Senin (12/10/2026).
Tim ini diketuai Plidesta, dengan Ismar Wahyudi sebagai sekretaris dan Ahmad Yakub sebagai bendahara. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Informatika Fakultas Teknik Unsulbar.
Plidesta mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui program tersebut.
“Saya sangat senang lolos ke program AKSARA. Di balik rasa senang itu, tentu ada tanggung jawab besar sekaligus pengalaman baru bagi saya untuk turun langsung memberi solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut berawal dari keinginan mendorong digitalisasi sektor pertanian lokal. Melalui integrasi Internet of Things (IoT), petani diharapkan dapat memantau kondisi rumah jamur secara waktu nyata (real-time) lewat ponsel pintar tanpa harus selalu berada di lokasi.
Ismar Wahyudi menjelaskan, pengembangan proyek dilakukan secara kolaboratif dengan pembagian tugas sesuai keahlian masing-masing anggota.
“IoT berfungsi memantau suhu dan kelembapan rumah jamur secara presisi, sedangkan platform web disiapkan untuk memperluas jangkauan pemasaran jamur tiram secara online,” terangnya.
Sementara itu, Ahmad Yakub bertanggung jawab mengidentifikasi kebutuhan perangkat keras. Ia menyebut proses penyusunan proyek membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
“Peran saya dalam tim adalah mengidentifikasi kebutuhan perangkat keras. Cara kerjanya terbilang sederhana, yaitu menghubungkan mikrokontroler ke web agar pemeliharaan jamur tiram lebih mudah dipantau,” tuturnya.
Melalui inovasi ini, tim HIMAPSI-FT berharap teknologi IoT dan platform web dapat membantu petani jamur tiram mengelola budidaya dengan lebih efisien sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa Informatika untuk menerapkan keilmuannya secara nyata bagi masyarakat.
Editor: Nurzahira

