
Jurnalis: Awan
Unsulbar News, Majene – Kolaborasi apik terjadi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan Komunitas Pemuda Literasi & Perjuangan Desa Padang Timur (PULPEN) pada Selasa, 06 Januari 2026.
Kolaborasi berupa pelaksanakan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertajuk “Bedah Film dan Diskusi Ceria” tersebut bertempat di MI DDI Panggalo, Desa Padang Timur, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Acara ini melibatkan siswa MI DDI Panggalo sebagai peserta utama dengan tujuan tingkatkan literasi siswa.
Konsep “Nonton Cerdas, Diskusi Tangkas”
Mengusung konsep “Nonton Cerdas, Diskusi Tangkas,” kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman literasi di kalangan pelajar.
Mahasiswa KKN dan komunitas PULPEN memperkenalkan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada membaca buku, melainkan juga mencakup kemampuan membaca makna, pesan, dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam media visual seperti film.
Setelah sesi pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta didorong untuk berani menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan menafsirkan cerita dari sudut pandang mereka sendiri.
Sesi diskusi ini dipandu secara langsung oleh mahasiswa KKN dan anggota Komunitas PULPEN, menciptakan ruang belajar yang hangat dan inspiratif.
Pihak sekolah, MI DDI Panggalo, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan harapannya agar program ini dapat berlanjut secara berkelanjutan.
”Kami sangat berterima kasih atas inisiatif KKN dan PULPEN. Harapan kami, kegiatan literasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi kami dari sekolah ataupun Komunitas PULPEN dapat melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang untuk terus memupuk minat belajar siswa,” ujar perwakilan dari pihak MI DDI Panggalo.
Menanggapi perkembangan zaman, salah satu penggagas acara turut menyampaikan pesannya.
”Dari kegiatan kemarin, kita melihat bahwa anak-anak sekarang lebih condong menggunakan literasi dari sudut pandang nonton (media visual). Ini adalah tantangan kita untuk beradaptasi. Semoga tahun-tahun ke depan, teman-teman literasi (PULPEN) selalu bisa terjun ke sekolah-sekolah yang ada untuk memanfaatkan medium ini dalam mengajarkan kemampuan berpikir kritis,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menunjukkan komitmen kuat untuk terus menghadirkan kegiatan literasi yang inklusif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. GLS ini diharapkan mampu menumbuhkan minat literasi sejak dini.
Serta melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa, juga memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dan desa secara berkelanjutan.

