Mahasiswa KKN Unsulbar Sukses Kerjakan Lima Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Simbang

Dokumentasi proker Fermentasi Pakan Ternak mahasiswa KKN Desa Simbang. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi/Nilam

Jurnalis: Serlia Turu Allo

Unsulbar News, Majene – Selama rentang waktu Desember 2025 hingga Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) gelombang XXVI sukses laksanakan sejumlah program kerja pemberdayaan masyarakat di Desa Simbang, Kecamatan Pamboang.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu mahasiswa KKN, Nilam Cahya (Manajemen 2022) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat berbagai program pemanfaatan potensi lokal, juga pengolahan makanan bergizi, pemeliharaan lingkungan, serta penguatan karakter anak sejak dini,” tutur Nilam (12/01/2025).

Salah satu program unggulan mahasiswa KKN Desa Simbang yaitu fermentasi pakan ternak, yang ditujukan untuk membantu para peternak dalam mengatasi keterbatasan waktu penyediaan pakan.

Dengan metode fermentasi, pakan ternak dapat disimpan lebih lama, terutama saat musim kemarau, sehingga lebih praktis dan efisien.

Program ini diharapkan dapat terus diterapkan sebagai solusi jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas ternak masyarakat Desa Simbang.

Baca Juga: Dorong Potensi Peternakan , Dosen Unsulbar Beri Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi

Program kerja (proker) lainnya yaitu peningkatan metode pengemasan dan strategi pemasaran dodol pisang. Program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil pisang di Desa Simbang yang selama ini belum diolah secara maksimal.

Melalui inovasi pengolahan, pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang lebih modern, produk dodol pisang diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Masyarakat pun merespons kegiatan ini dengan antusias dan mulai mempraktikkan pengolahan dodol pisang secara mandiri.

Selain itu, mahasiswa KKN juga menjalankan kegiatan pembuatan pupuk kompos dan pupuk cair dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan pertanian. Ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami yang ramah lingkungan.

Dengan adanya pemanfaatan sampah seperti ini, diharapkan tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, tanah yang lebih subur, serta pertanian yang berkelanjutan.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Unsulbar Ajak Ibu PKK Desa Belang-belang Manfaatkan Limbah Organik Jadi Kompos

Dalam bidang kesehatan dan gizi, mahasiswa KKN mengadakan praktik pembuatan bakso ikan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dalam rangka mendukung gerakan gemar makan ikan. Program ini menyasar balita, anak usia sekolah, serta ibu balita.

Bakso ikan dipilih karena kaya protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan anak serta sebagai upaya pencegahan stunting dengan memanfaatkan pangan lokal.

Tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan kesehatan, mahasiswa KKN Desa Simbang juga melaksanakan program anti-bullying dan persahabatan positif yang ditujukan bagi siswa sekolah dasar.

Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif dengan menanamkan nilai-nilai sosial, saling menghormati, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara damai.

Diharapkan, program ini dapat membentuk karakter anak yang lebih tangguh secara emosional dan mengurangi kasus perundungan secara berkelanjutan.

Melalui kelima program kerja tersebut, mahasiswa KKN Unsulbar berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Simbang serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.

Editor: Marselino Geradus

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok