
Jurnalis: Siti Nanda Cahya Al Qadri
Unsulbar News, Majene – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Desa Lambanan buka jalur pendakian ke Gunung Kallan di Kabupaten Mamasa.
Mahasiswa KKN Unsulbar Desa Lambanan, Muhammad Fajrul kepada Unsulbar News, Kamis (22/1) menjelaskan proses dilaksanakan pada 19 Januari hingga 21 Januari 2026, yang melibatkan mitra kehutanan, dan pemuda desa Lambanan.
Hal ini dilakukan dengan tujuan pembenahan jalur, pembuatan pos dan tranggulasi di gunung dengan ketinggian 2650 MDPL
Selama tiga hari melakukan pendakian, total pemberhentian yang dibuka oleh para mahasiswa KKN bersama para rekan dan kerja sama adalah delapan pos. Adapun total jarak dari pos pertama hingga sampai puncak kisaran 12-15 kilometer.
“Sebelumnya kegiatan telah menyurat ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA ), namun sayangnya untuk pembukaan resmi belum diberikan langsung,” tambah mahasiswa prodi Hukum Unsulbar tersebut.
Ada beberapa hal yang membuat pembukaan belum diberikan secara langsung, sebab salah satunya adalah tidak adanya selter dan alat rescue.

Dalam pembukaan jalur pendakian ini masih begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dan hal yang perlu dilakukan secara bertahap. Sebab masih banyak gunung yang didaki masuk kedalam kawasan konservasi dan zona inti.
Tidak hanya itu, masih banyak flora dan fauna yang dilindungi, banyaknya kotoran anoa dan jejak yang masih segar pada saat dijajal, serta hutan lumut yang lebat karna jarang di jamak.
Potensi Wisata, Bagun Ekonomi Lokal
Lebih jauh, mahasiswa KKN Unsulbar tersebut menjelaskan pembukaan jalur pendakian dilakukan dengan maksud memanfaatkan potensi wisata. Selain itu bisa menjadi faktor pendorong ekonomi lokal.
“Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sebab banyaknya wisatawan yang datang,” ujarnya.
Potensi dan peluang tersebutlah, ia berharap masyarakat mampu mengembangkan wisata melalui manajemen serta dukungan pihak pemerintah terkait.
“Ya masyarakat bisa konsisten memanfaatkan daerah sendiri dan bagaimana mengambangkan wisata melalui manejemen yang baik,” jelasnya.
Lanjut, Fajrul juga berharap, pengembangan wisata alam ini dibuka tanpa adanya perusakan lingkungan.
“Tentunya kami juga sangat berharap, terbukanya wisata ini tanpa merusak lingkungan dan turut melindungi hutannya,” pungkas dia.

