Mahasiswa Unsulbar Sabet Medali Kejurnas Taekwondo Unhas Cup 2024

Zacky Noorhidayat (kiri) dan Rian Muliansya (kanan)/Sumber: Dokumentasi pribadi

Jurnalis: Muhammad Rifaldi. B

Unsulbar News, Majene – Dua mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang merupakan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Unsulbar, raih juara dalam kompetisi Unhas Cup Tingkat Nasional Tahun 2024, dilaksanakan di JK Arenatorium GOR Unhas pada 25 hingga 27 Oktober 2024.

Kompetisi tersebut mengangkat tema “Kick to unite, strike for excellence”, yang di ikuti sebanyak 1500 peserta dari berbagai universitas.

Mahasiswa yang berhasil sabet medali yakni Rian Muliansya (Ilmu Hukum 2023) mendapatkan medali emas dan Zacky Noorhidayat (Teknik Sipil 2024) mendapatkan medali perak.

Rian Muliansya kepada Unsulbar News menyampaikan persiapan yang dilakukan sebelum mengikuti turnamen tersebut.

“Persiapan sekitar 3-4 bulan dengan rutin mengikuti latihan di samping jadwal kuliah dan tugas tugas kuliah yang harus diselesaikan,” ucapnya saat ditemui langsung Unsulbar News, Selasa (29/10). 

Lebih lanjut, mahasiswa yang juga disapa Rian tersebut sampaikan kendala yang dialami selama proses persiapan adalah seringkali tumpang tindih antara jadwal latihan dan perkuliahan serta kurangnya fasilitas untuk latihan. 

“Jadwal mata kuliah yang sering kali bertabrakan dengan jadwal latihan dan peralatan latihan yang belum lengkap,” tambahnya.

Tidak hanya itu, sebagai UKM yang baru diresmikan 20 September 2024 lalu, Rian memiliki harapan lebih berkembang lagi dan didukung oleh pihak kampus untuk mempersiapkan diri di kejuaraan-kejuaran lainnya. 

“Semoga UKM Taekwondo ini bisa lebih berkembang dan mendapatkan dukungan dari pihak kampus agar bisa mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar kedepannya,” ujar mahasiswa yang juga merupakan Ketua Umum UKM Takewondo Unsulbar tersebut.

Secara terpisah, Sekretaris umum (Sekum) UKM Taekwondo, Rahmania sampaikan alasan mengapa Unsulbar hanya mengutus dua perwakilan saja, karena melihat latihan yang belum cukup untuk mengikuti kejuaraan Nasional.

“Kenapa yang diutus cuman dua atlet, itu karena yang lain ngerasa latihan sebulan nggak cukup, harusnya tuh latihannya minimal 2-3 bulan, tapi ada dua atlet yang ngotot mau ikut terus mereka yakin pasti bisa itumah, pasti cukup itumah sebulan latihan rutin,” ucap Mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2023 via WhatsApp, Selasa (29/10).

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya menjadi pendamping sekaligus manager karena pendamping yang berhalangan dan jabatannya di UKM sebagi sekum.

“Di kejuaraan ini, sebenarnya saya harusnya ikut sebagai official karena jabatan saya di UKM adalah sekretaris umum, tapi ternyata pendamping yang seharusnya mendampingi kami tiba² yang bersangkutan berhalangan jadinya saya dialihkan untuk menjadi manager selama kejuaraan berlangsung,” tuturnya.

Dirinya berharap ini menjadi langkah awal untuk para atlet untuk tidak menyerah, dan dia juga berharap untuk pihak kampus selalu memberikan support kepada mereka, baik itu menyediakan fasilitas yang memadai dan lain sebagainya. 

“Setelah kegiatan ini saya harap semangat dan pantang menyerah yang ada di diri mereka ga ilang, atau kalo bisa bertambah lagi, dan semoga kami selalu diberikan dukungan oleh kampus,” tutupnya. 

Editor: Ade Irma Sari

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok