
Penulis: Dhita Tiara Sukma
Unsulbar News, Majene – Dalam penampilan bakat para finalis duta kampus Unsulbar, salah satu finalis perwakilan dari Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menampilkan satu tarian Mandar sang padi atau disebut Pa’uma.
Finalis tersebut adalah Agus Samudera Herman, mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2021 ini menampilkan tarian Pa’uma yang berasal dari Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene pada ajang pemilihan duta kampus Unsulbar di Gedung Teater Unsulbar, Sabtu (25/11/2023).
Agus sapaan mahasiswa itu menyebutkan alasan mengapa menampilkan tarian Pa’uma dalam pemilihan Duta Kampus 2024 karena sesuai dengan tema Dies Natalis Unsulbar tahun ini.
Baca juga: Unsulbar Gelar Pemilihan Duta Kampus 2024 Diikuti 16 Finalis
“Karna kebetulan tema Dies Natalis Universitas Sulawesi Barat itu peningkatan ketahanan pangan dan stunting. Nah kebetulan di sanggar, saya pernah membawa tarian yang berhubungan dengan sumber potensi ketahanan pangan yaitu pertanian, jadi saya ambil gerakan bertani,” ujar finalis tersebut.
Makna Tarian Pa’uma
Tarian Mandar yang bernama Sang Padi (Pa’uma) adalah gambaran bagaimana masyarakat melakukan kegiatan bekerja pada saat pergi mengambil padi untuk kebutuhan sehari-harinya. Padi merupakan potensi dan sebaran ketahanan pangan yang sampai sekarang ini bisa kita lihat.
Tari sang padi memilik arti disetiap gerakannya. Dimana gerakan awal yang dilakukan memiliki makna sebagai orang-orang sawah, yang membantu agar padi tidak diganggu oleh hama. Dalam tarian tersebut, Agus menggunakan baju adat yang berasal dari suku Mandar juga. Pakaian ini sering digunakan dalam pementasan atau pertunjukan adat-adat Mandar lainnya.

