Masalah Permukiman di Hutan Lindung, Mahasiswa KKN Unsulbar Cari Solusi Lewat Dialog Publik

Suasana dialog publik yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Unsulbar di kantor Desa kantor kecamatan Tappalang Barat pada Kamis (15/01/2026)/ Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Siti Nanda Cahya Al Qadri

Unsulbar News, Majene – Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan selama kurang lebih sepekan, mahasiswa Universitas Sulawesi Barat tengah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Tappalang Barat Kabupaten Mamuju temukan maraknya pemukiman yang termasuk kedalam kawasan hutan lindung.

Hal ini memantik para mahasiswa KKN untuk melakukan dialog publik di kantor kecamatan Tappalang Barat pada Kamis (15/01/2026).

Dialog publik dihadiri langsung oleh camat, kepala desa se-kecamatan Tapalang Barat, serta perwakilan masyarakat dan pemuda.

Namun hal yang sangat disayangkan, dinas kehutanan provinsi Sulawesi Barat (SulBar), kantor pertanahan Kabupaten Mamuju, dan pemerintah daerah kabupaten, yang harusnya membawa solusi atas permasalahan ini tidak hadir dalam dialog publik.

Mengenai hal ini, masyarakat Tappalang Barat sebelumnya telah berkali-kali membahas hal ini terhadap pemerintah dan dinas terkait namun tidak mendapatkan respon yang diharapkan.

Koordinator kecamatan (Korcam) mahasiswa KKN Unsulbar, Muh. Ilham (program studi Peternakan), menekankan agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan cepat dan baik, agar masyarakat Tappalang Barat mendapatkan kepastian hukum atas pemukiman penduduk.

“Tentunya kami ingin masalah ini dapat terselesaikan dengan baik, agar warga juga mendapatkan kepastian hukum atas status tempat tinggalnya,” ucapnya melalui telepon (16/1).

Lanjut Muh. Ilham dengan adanya dialog publik ini, menjadi awal pemerintah untuk memperhatikan dan menyelesaikan masalah yang sudah lama terjadi.

Pasalnya masalah mengenai pemukiman warga yang masuk kedalam hutan lindung, merupakan hal yang sangat krusial hingga saat ini. Sebab jauh sebelumnya warga selalu ingin mendapatkan kepastian hukum namun tidak mendapatkan respon dari pemerintah.

“Selain itu kami juga sangat berharap, kami adakan dialog ini untuk memantik pemerintah dan dinas terkait memperhatikan masalah ini, kalau bisa kita bawa ke kampus untuk menyelesaikan masalah hutan lindung ini,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok