Virus Corona Penuhi Tagar Twitter Indonesia

Sumber : google

Jurnalis: Nurunnisaa Alimah A
Editor: Masdin

Unsulbar News, Majene – Setelah pernyataan resmi oleh presiden Indonesia Joko Widodo, terkait kasus masuknya Virus Corona ke tanah air dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Senin kemarin. (2/3/2020)

Presiden mengatakan, Virus Corona telah menjangkiti dua warga di Indonesia masing-masing berusia 64 tahun dan 31 tahun.

Tidak bisa dipungkiri persebaran kasus Virus Corona terus meluas ke berbagai negara di seluruh dunia. Seiring dengan itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus ini juga semakin meningkat.

Dilansir dari peta persebaran COVID-19, Coronavirus COVID-19 Global Cases by John Hopkins CSSE, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 48.252 pasien hingga hari ini Rabu (4/3/2020).

Sejak Senin hingga hari ini, rupanya kasus ini masih menuai kepanikan, warga menyerbu toko-toko memborong barang kebutuhan hingga harga masker dan hand sanitizer melambung tinggi bahkan kehabisan stock di beberapa toko di daerah.

Bukan hanya itu, Virus Corona bahkan telah memenuhi tagar trending Indonesia di Twitter dan tengah ramai dibicarakan yakni tagar Virus Corona yang sudah dicuit sebanyak 876.000 kali. Kemudian Covid 19 sebanyak 580.000 kali. Selain itu ada topik dengan tagar Depok yang merupakan tempat tinggal pasien terjangkit telah dicuit sebanyak 67.800 kali.

Keadaan ini ternyata banyak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, terbukti dengan tagar yang banyak di cuit para netizen yakni. #LawanHoaxVirusCorona yang telah mencapai 16.300 cuitan.

Ini terkait dengan menyebarnya informasi yang tidak benar mengenai penyebaran penyakit ini di Indonesia yang semakin meresahkan warga dan masyarakat awam.

Tagar trending terakhir ini sepertinya digunakan masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak percaya dengan hoaks. Terkait ini, Menteri Kominfo, Johnny G Plate, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan himbauan kepada masyarakat, menyaring informasi, seraya akan memblokir informasi terkait virus corona yang dinilai menyesatkan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok