Kisah Maba Asal Sumatera Utara di Unsulbar

Gambar: Desi Winasari Togotoraf saat diwawancarai oleh jurnalis, Selasa 8 Mei.

Jurnalis: Kamariah
Editor: Mardiwansyah

Unsulbar News, Majene. Ratusan mahasiswa kembali padati halaman rektorat hari ini, Selasa, (8/5). Baru kali ini juga Satpam berseragam lengkap begitu banyak berjaga di sekitar rektorat. Namun kali ini tak ada toa, spanduk, rambut gondrong ataupun celana robek-robek ala mahasiswa aktivis.

Hanya wajah-wajah polos dengan setelan kemeja yang rapi, lengkap dengan maap yang selalu ditangan, berkerumun menunggu antrean. Yah mereka adalah Mahasiswa baru Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) yang lolos jalur SNMPTN, dan hari ini akan melakukan pendaftaran ulang.

Diantara kerumunan terdengar logat bicara asing di tanah Mandar, dan logat itu keluar dari mulut salah satu Maba. Dia adalah Desi Winasari Togotoraf anak dari pasangan Japensus Togatorop dan Sinurdiaty Sihombing. Wanita 17 tahun itu berasal dari Sumatra utara.

Jauh-jauh dari Sumatra, ia merasa senang bisa di terima di Unsulbar dengan status penerima bidik misi. Desi diterima di fakultas teknik Informatika.

Ditemui Jurnalis Unsulbar News usai mendaftar ulang, Desi menceritakan perjalanannya dari Sumatera menuju Majene, saya berangkat seorang diri dari kampung saya Desa Kanji, saya naik mobil ke Sidikalang ibu kota Kabupaten, terus dari Sidikalang naik mobil lagi sampai Medan. Di Medan saya sejenak singgah di rumah keluarga. Merekalah yang mengantar saya ke bandara Kualanamu. Saya meninggalkan kampung halaman sekitar pukul 23.30 WIB. Saya tiba di Majene sekitar 20.00 Wita.

Ayah Desi adalah seorang buruh tani dan ibunya hanya mengurus rumah tangga. Melihat anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentu menjadi keinginannya. Namun kepergian Desi ke tanah rantau menjadi rasa bahagia bercampur sedih dalam keluarganya. “Kalau bapak memang benar-benar mendukung, mama agak susah karena terlalu jauh tapi, mama bilang keputusan ada di tangan mu jangan cuma gara-gara mama kamu gak jadi pergi,” ujarnya menirukan ibunya dengan mata yang berkaca-kaca.

Saya, lanjutnya, memilih Unsulbar karena saya melihat banyak peluang dan banyak beasiswa yang ditawarkan meskipun saya belum tahu kondisi kampusnya. “Sesampainya disini saya sangat senang karena orang di sini baik-baik,” ungkapnya.

Sementara ini, Desi akan tinggal bersama Sukma mahasiswa Unsulbar tapi, setelah memasuki perkuliahan ia berencana tinggal di Rusunawa. “Walaupun kita pergi ke tempat yang jauh Tuhan akan selalu menjaga kita jadi, jangan takut membuat harapan setinggi bintang di langit supaya jika kita jatuh kita akan jatuh diantara bintang,” pesannya mengakhiri percakapan.

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Kisah Maba Asal Sumatera Utara di Unsulbar

  1. Assalamualikum kak
    Kak saya dari Sumatra Utara juga, yang mau kuliah di Unsulbar, ini kalau boleh tau kapan kak desi masuk kuliah kak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok