
Jurnalis: Yultiani Neti
Unsulbar News, Majene – Gabungan tim mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang terdiri dari Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Wayangku, PKM Lulusin, dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Batik Minyak Mandar mengikuti kegiatan Capacity Building di Wisata Alam Puncak Kunyi.
Kegiatan penguatan kapasitas tersebut berlangsung selama dua hari, pada 8 hingga 9 Juli 2026, dengan mengusung tema “Membangun Tim, Mewujudkan Program yang Berdampak”.
Dosen pendamping kegiatan, Nor Indriyanti, S Pd M Pd dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menjelaskan alasan pemilihan lokasi Wisata Alam Puncak Kunyi.
“Lingkungan ini dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi, berdiskusi, serta membangun kekompakan. Apalagi konsep kegiatan ini tidak hanya berupa pembekalan materi, tetapi juga melibatkan aktivitas kelompok yang membutuhkan ruang terbuka agar peserta bisa lebih leluasa,” tuturnya saat diwawancarai, Jumat (10/7/2026).
Selain pembekalan materi, kegiatan ini juga diisi dengan strategi pelaksanaan program, manajemen, evaluasi, penguatan target, strategi publikasi kegiatan, hingga ragam permainan untuk mengasah kerja sama tim.
Sebagai tindak lanjut, masing-masing tim dijadwalkan segera menyusun laporan kemajuan program dan melakukan evaluasi internal. Hal ini ditekankan untuk memastikan keberlanjutan setiap program yang dijalankan, meskipun masa pendanaan telah selesai.
Di akhir wawancara, Nor Indriyanti menyampaikan optimisme terhadap masa depan tim mahasiswa.
“Kami berharap mahasiswa dapat lebih cepat dan tepat dalam menyelesaikan semua target capaian program yang telah disusun. Kami juga sangat optimis mereka mampu menembus ajang pengabdian, Pekan Ilmiah Mahasiswa, dan kewirausahaan mahasiswa, serta mengharumkan nama kampus di kancah nasional,” tutupnya.
Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Terlihat perubahan kekompakan tim yang signifikan antara sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

