Gerakan BBM, Tren Sekaligus Solusi Kurangi Sampah Plastik

Gambar : Ilustrasi (youtube.com)

Jurnalis : Yona Vin Ziolina
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Meski plastik menjadi penemuan yang bermanfaat bagi kehidupan kita karena sifatnya yang tahan air, tahan lama dan praktis. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa ketergantungan kita akan plastik dengan menggunakannya hampir di setiap aktivitas kita, membuat sampah plastik menumpuk tidak terkendali dan akhirnya berdampak pada kerusakan lingkungan.

Tahun 2018 saja, Indonesia bahkan menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah Tiongkok, seperti yang dibenarkan oleh Direktur pengeleloaan sampah Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar.

Untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap plastik, banyak sekali program yang telah dibentuk salah satu yang sedang tren ialah gerakan Bawa Botol Minum (BBM).

BBM sendiri pertama kali dikenalkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, yang kemudian disusul oleh dukungan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Gerakan ini mendorong siswa atau para pekerja untuk membawa botol minum atau tumbler sendiri untuk mengganti penggunaan kemasan minuman berbahan plastik.

Walau nama gerakan ini belum terdengar begitu masyhur, namun dikalangan Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) sendiri telah banyak ditemukan mahasiswa yang memulai gerakan ini, salah satunya Tahir, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) angkatan 2017 ini, selain praktis karena dapat digunakan berkali-kali, Tahir merasakan manfaat yang didapatkannya dengan membawa botol minuman sendiri.

“Pertama hemat uang karena tidak perlu beli aqua, kedua mengurangi pencemaran lingkungan sampah-sampah plastik yang banyak sekali berserakan karena botol minuman,” kata mahasiswa asal Mamasa itu.

Tidak jauh berbeda, Maisarah (pendidikan fisika, 2018) juga membawa botol minum sendiri ke kampus dan sudah menjadi kebiasaan sejak Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Saya jalan kaki dari kos ke kampus (SMA 03 Majene), makanya saya bawa air minum sendiri selain hemat juga terjamin kebersihanya dan ini sudah jadi kebiasaan sejak SMA,” jelasnya.

Untuk membuat gerakan ini berhasil ialah dengan komitmen dan kesadaran yang kuat bagi setiap orang. Semoga hadirnya gerakan ini dapat mengurangi sampah plastik untuk dunia yang lebih baik.

Jangan lupa bawa botol kesayanganmu, isi ulang, lagi, lagi dan lagi. Mari minimalisir sampah plastik

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok