Prospek dan Peran Unsulbar Dalam Tantangan Pendidikan Tinggi Sulbar

Gambar: Sekprov Sulbar, Dr Muhammad Idris DP M Si bawakan materi dalam kuliah umum, Rabu (18/09/2019)

Jurnalis: Ade Arsih
Editor: Masdin

Unsulbar News, Majene. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) memggelar kuliah umum di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Majene, Rabu (18/09/2019).

“Tantangan Dunia Pendidikan Dalam Menyikapi Perkembangan di Sulawesi Barat” jadi tema kegiatan yang dibuka langsung Rektor Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) Dr Ir H Akhsan Djalaluddin MS.

Adapun pemateri sekaligus narasumber yaitu Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi barat (Sulbar), Dr Ir H Muhammad Idris DP M Si dan Perwakilan Bupati Polewali Mandar, Drs. H. Darwin Badaruddin M PD.

Pada kesempatan ini, Muhammad Idris memaparkan point-point tantangan berat pendidikan tinggi di Sulbar, termasuk salah satunya Unsulbar. Mengenai masalah dan prospeknya, Sulbar ini adalah daerah maritim sekaligus daerah agraris sehingga peluang pendidikannya besar dan juga mempunyai tantangan berat.

Ia berpendapat bahwa moral dan karakter ialah hal utama dalam pendidikan. “Belajar yang pertama adalah morality, pendidikan membutuhkan orang yang bermoral dan berpengetahuan. Pendidikan karakter adalah hal utama, karena kita bukan bodoh tetapi kekurangan keterampilan karakter,” tuturnya.

Pendidikan arahnya pada kemandirian dari peserta didik dan responsibility atau pertanggung jawaban. Tantangan pendidikan di Sulbar adalah konseptual study atau potensi daerah untuk pendidikan. Dimasa depan, Sulbar tidak boleh hanya berdiam diri sebagai penonton dari kemajuan daerah-daerah lain. Disinilah peran dari generasi muda khususnya di pendidikan tinggi seperti Unsulbar harus mampu bersaing di era globalisasi saat ini.

Dikesempatan yang sama, beliau menerangkan bahwa Unsulbar adalah perguruan tinggi baru sehingga seluruh civitas akademika maupun mahasiswa harus saling bekerja sama untuk memajukan dan menaikkan kualitas. “Jaman sekarang, mahasiswa sudah bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan mengembangkan dirinya masing-masing melalui yang namanya internet. Jadi, belajar bukan hanya disekolah maupun kampus,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas tidak harus selalu dalam cara kerja, karena kualitas sangat ditentukan oleh komitment belajar. Dengan komitment belajar, akan menentukan masa depan para pelajar maupun mahasiswa. Agar bisa bersaing dengan kampus lain, Unsulbar harus mampu meningkatkan kualitas kampus.

Mengenai pendidikan tinggi, walaupun mahasiswa sudah berada dalam prodi tertentu, tetapi mereka masih memiliki tuntutan-tuntutan spesifik yaitu talenta masing-masing individu. “Tantangan untuk Sulbar yang kita lihat saat ini adalah tata kelola dan juga SDMnya yang sangat lemah. Saya berharap yang akan mengisi kursi pemerintahan kedepannya khususnya di Sulbar adalah alumni-alumni sospol dari Unsulbar,” tuturnya.

Saat ditemui jurnalis Unsulbar News, beliau berpesan kepada generasi muda khususnya mahasiswa di Sulbar bahwa setiap individu harus mamajukan karakter dirinya untuk bisa mencapai kesuksesan.

“Saya berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar semakin memiliki keterampilan manata masa depannya. Karena masa depan tanpa direncanakan ngak mungkin ada yang baik. Direncanakan aja belum tentu bagus apalagi tidak direncanakan. Oleh karena itu, perbaikan kapasitas individual harus setara dengan masa depan yang kita inginkan,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok