Debat Kandidat Presma, Tiga Paslon Adu Visi Misi

Gambar (dari kiri ke kanan) : Nomor urut 1, Muhammad Iqsam (Akuntasi, 2015) dan wakilnya Irwan (Pendidikan Fisika, 2016). Nomor urut 2, Muh Arabi (Teknik Sipil, 2015) didampingi Abd Rahman (Agribisnis, 2017) sebagai wakil. Serta Nomor urut 3 A Muh Asrul Mawardi (Ilmu Hukum, 2016) dan wakilnya Arman Febrian (Matematika, 2016).

Penulis : Julaeha
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Pelataran Rektorat Unsulbar ramai dipenuhi oleh mawasiswa, Rabu, 19 Februari 2020. Pasalnya, terdapat kegiatan debat calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-U) periode 2020-202 yang digelar Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM).

Hadirkan tiga Pasangan calon (Paslon) yaitu Nomor urut 1, Muhammad Iqsam (Akuntasi, 2015) dan wakilnya Irwan (Pendidikan Fisika, 2016). Nomor urut 2, Muh Arabi (Teknik Sipil, 2015) didampingi Abd Rahman (Agribisnis 2017) sebagai wakil. Serta Nomor urut 3 yakni A Muh Asrul Mawardi (Ilmu Hukum, 2016) dan wakilnya Arman Febrian (Matematika, 2016).

Mereka beradu visi misi dan gagasan seputar Peran BEM-U dalam mengoptimalkan organisasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat yang Aktif, Kreatif dan Inspiratif.

“Mewujudkan BEM Universitas Sulawesi Barat yang intelektual, inovatif, progresif dan kompetitif berdasarkan nilai solidaritas dan siap menjalankan aspirasi-aspirasi mahasiswa serta siap membangun koordinasi antara tiap-tiap BEM fakultas yang ada di Universitas Sulawesi Barat,” tegas Muhammad Iqsan ketika mewakili peyampaian visi-misi dari Pasnon nomor urut 1.

Kemudian disusul dari paslon nomor urut 2, Muhammad Arabi dan Abd. Rahman dengan bersemangat memaparkan visi-misinya. “Menciptakan koordinasi yang harmonis pada tiap-tiap BEM fakultas Universitas Sulawesi Barat dan memberikan wadah kepada mahasiswa untuk meningkatkan potensi baik dalam bidang akademis maupun non-akademis,”.

Tidak mau kalah, nomor urut 3 Muh. Asrul Mawardi dan Arman mengemukakan visi-misinya yakni “Memberikan wadah/lapangan pekerjaan kepada mahasiswa yang berada di tingkat perekonomian yang rendah, yang nantinya akan mempermudah mahasiswa, baik untuk membayar UKT ataupun biaya hidup mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok