
Jurnalis: Febrianti Daeng Mangetten
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Kabar gembira bagi seluruh civitas akademika, bantuan kuota internet akan dilanjutkan mulai bulan Maret-Juni 2021. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kuota internet kali ini tidak lagi terbagi ke dalam kuota belajar dan umum, tetapi akan diubah menjadi kuota umum sepenuhnya.
Hal tersebut dilakukan berkat masukan dari masyarakat untuk meningkatkan fleksibilitas penggunaan kuota internet.
Berita baik ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim melalui siaran langsung di kanal YouTube KEMDIKBUD RI pada 1 Maret 2021 pukul 13:00 WIB, perihal Pengumuman Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021.
Berikut Unsulbar News telah merangkum poin-poin penting kebijakan kuota internet tahun 2021, khusus perguruan tinggi:
- Mahasiswa dan dosen mendapatkan bantuan kuota internet sebesar 15 GB/bulan
- Keseluruhan kuota di tahun 2021 merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, kecuali yang diblokir Kemenkominfo, Twitter, Instagram, Facebook, dan Tiktok (Daftar situs dan aplikasi yang dikecualikan dapat bertambah sewaktu-waktu).
- Semua yang menerima bantuan kuota pada bulan November-Desember 2020 dan nomornya aktif akan otomatis menerima bantuan kuota pada Maret 2021, kecuali yang total penggunaannya di bawah 1 GB
- Pemimpin satuan pendidikan tidak perlu mengunggah SPTJM lagi untuk yang sudah menerima bantuan pada bulan November-Desember 2020
- Bagi yang nomornya berubah atau belum menerima bantuan kuota sebelumnya, baru bisa menerima bantuan kuota pada bulan April 2021 dengan cara melapor kepada pimpinan satuan pendidikan sebelum April 2021
- Pimpinan/operator satuan pendidikan mengunggah SPTJM untuk nomor yang berubah atau nomor baru pada http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id atau http://pddikti.kemdikbud.go.id (untuk jenjang pendidikan tinggi)
- Untuk mahasiswa harus terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan gelar ganda (double degree), memiliki Kartu Rencana Studi pada semester berjalan, dan memiliki nomor ponsel aktif
- Untuk dosen harus terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif, memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP), dan memiliki nomor ponsel aktif.
Bantuan kuota internet rencana disalurkan pada tanggal 11-15 setiap bulan dan berlaku selama 30 hari sejak kuota data diterima. Nadiem berharap bantuan kuota ini dapat menjembatani untuk pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Dengan adanya kuota ini, selama tiga bulan kedepan dengan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya, bisa membantu kita transisi dalam waktu beberapa bulan ini untuk mengantisipasi dan mempreparasi untuk mulai tatap muka,” tutunya.
Ia juga menambahkan bahwa guru dan dosen juga akan divaksinasi sesuai arahan Presiden RI.
“Seperti arahan Pak Presiden semua guru dan dosen, 5 juta lebih dari mereka harapannya insya Allah akan divaksinasi sampai akhir bulan Juni, sehingga tahun ajaran baru semua sekolah sudah memulai proses tatap muka walaupun masih terbatas, memperhatikan protokol kesehatan,” tambahnya.
Di akhir sesi, Nadiem juga menanggapi pertanyaan dari media. Seperti pertanyaan dari Mia (Jawa Pos) dan Indriani (LKBN Antara) mengenai banyak siswa/mahasiswa yang sudah lulus tapi masih menerima bantuan kuota, sehingga tidak tepat sasaran.
Ia menjawab bahwa Kemendikbud bergantung pada data di PDDikti sehingga tanggung jawab akurasi ketepatan pemberian kuota ada pada masing-masing satuan pendidikan.
“Kami hanya menggunakan data anak-anak yang di dalam sistem PDDikti dan Dapodik. Jadi memang tanggung jawab untuk memastikan akurasi dari pada data-data tersebut ada di masing-masing satuan pendidikan. Jadi itu sangat penting,” jelasnya.
Kemudian pertanyaan dari Rini Hariani (RRI), mengenai apakah pengurangan besaran kuota internet Maret-Mei 2021 akibat tidak seluruh kuota yang diberikan sebelumnya terpakai.
Menurut Nadiem pengurangan tersebut merupakan modifikasi agar penggunaan kuota lebih sesuai. Kuota tidak hanya dikurangi tapi ditingkatkan fleksibilitasnya.
“Berbagai macam modifikasi yang kita lakukan adalah hasil dari evaluasi kita sebelumnya. Kita mengurangi giganya, tapi setiap giganya itu lebih banyak fleksibilitas. Aplikasi-aplikasi atau laman website yang kita belum pikirkan pun, yang mungkin digunakan sekolah-sekolah bisa digunakan kuota belajar itu. Jadi itu adalah perubahan yang kita lakukan. Bukan cuma menurunkan tapi kita besarkan di kuota umumnya karena desakan dari masyarakat,” terangnya.
