
Kegiatan pelatihan Diversifikasi Produk Gula Aren oleh Tim (PPK ORMAWA) ARENOVA Unsulbar di Desa Saragian. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Jurnalis: Suci Anugrah S
Unsulbar News, Majene – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) ARENOVA Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar Pelatihan Diversifikasi Produk Gula Aren pada (14-15/07/2026), di Posko PPK ORMAWA ARENOVA, Desa Saragian, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas gula aren melalui pengembangan produk olahan sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis potensi lokal.
Pelatihan diikuti masyarakat Desa Saragian dengan materi mengenai pentingnya diversifikasi produk, peluang usaha berbasis olahan gula aren, serta teknik pembuatan sirup gula aren (gula aren cair) dan permen aren sebagai produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan secara mandiri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan Ketua Tim PPK ORMAWA ARENOVA, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Saragian yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Desa Saragian. Selanjutnya, peserta mengikuti pre-test, penyampaian materi, praktik pembuatan sirup gula aren dan permen aren, post-test, hingga penutupan.
Seluruh materi dan sesi praktik dipandu langsung oleh Tim PPK ORMAWA ARENOVA yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan serta melakukan uji coba formulasi produk. Peserta didampingi mulai dari pengenalan bahan baku, proses pengolahan, hingga menghasilkan produk siap konsumsi. Melalui metode praktik langsung tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan untuk membangun usaha secara mandiri.
Ketua Tim PPK ORMAWA ARENOVA, Afdal Muhamad Gafur, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam menciptakan peluang usaha baru berbasis komoditas gula aren di Desa Saragian.
“Melalui pelatihan ini kami tidak hanya mengajarkan cara membuat produk baru, tetapi juga ingin mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Desa Saragian. Kami menargetkan sedikitnya 10 pelaku usaha baru yang nantinya mampu memproduksi dan mengembangkan sirup gula aren maupun permen aren secara mandiri setelah program ini selesai,” ujar Afdal.
Dosen pembimbing PPK ORMAWA ARENOVA, Sudirman, S.TP., M.T., menjelaskan bahwa diversifikasi produk menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas aren sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Melalui diversifikasi produk, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan mengolah gula aren menjadi produk baru, tetapi juga memiliki peluang membangun usaha yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi. Pendampingan ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Saragian yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Desa Saragian mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Ia berharap keterampilan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Desa Saragian.
Pelatihan diversifikasi produk ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Tim PPK ORMAWA ARENOVA di Desa Saragian. Setelah pelatihan, tim akan melanjutkan pendampingan kepada peserta, mulai dari penyempurnaan proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga penguatan manajemen usaha. Melalui pendampingan tersebut, Tim PPK ORMAWA ARENOVA berharap lahir pelaku usaha baru berbasis olahan gula aren yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta memperkuat perekonomian masyarakat Desa Saragian.
Editor: Nurzahira

