
Jurnalis: Ade Arsi
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene. Program studi Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) gelar Seminar Nasional ) Kemaritiman di Aula Villa Bogor, Rabu (25/09).
Seminar dalam rangka peringatan Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 23 September 2021 lalu tersebut mengusung tema “Siapkah Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia”.
Menghadirkan tiga pemateri, yakni pertama dibawakan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Makassar, Sulawesi Selatan, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Benny Sukandari, S.E.,M.M, pemateri kedua adalah penulis buku kemaritiman, jurnalis, sekaligus peneliti kebudayaan bahari khususnya di Sulbar, Ridwan Alimuddin. Serta pemateri ketiga dibawakan oleh dosen HI Unsulbar, Gia Ayu Fita, S.Sos.,M.Si.
Sebelum seminar dimulai, Unsulbar melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Lantamal VI Makassar, yang ditandatangani oleh Rektor Dr. Ir. H Akhsan Djalaluddin, MS dan Laksma TNI, Dr. Benny Sukandari. Juga perjanjian kerja sama Prodi HI dengan Lantamal VI Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Akhsan mengungkapkan, bahwa kerja sama yang terjalin akan berkelanjutan.
“Kerja sama antar Unsulbar dan TNI AL Lantamal VI Makassar ini akan terus berlanjut dan berjalan. Dengan adanya kerja sama ini, bukan hanya prodi HI saja tetapi prodi Perikanan juga bisa melakukan kerja sama,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan ini nantinya mahasiswa Unsulbar bisa dimudahkan dalam hal penelitian kemaritiman serta mahasiswa bisa mengenal tugas Lantamal VI Makassar.
Ditemui dilokasi, Laksma TNI Benny
menanggapi isu yang diangkat dalam seminar nasional terkait Indonesia sebagai poros maritim.
“Kita sebagai bangsa maritim terbesar di dunia, tidak elok dan tidak etis kalau kita lupa jati diri bangsa kita sebagai bangsa maritim. Indonesia sudah mampu memfasilitasi semua kebutuhan negara-negara dari hasil laut dan jika ingin poros maritim terealisasikan itu tergantung kita semua, kalau kita mulai membangun insyaAllah ada jalan,” tuturnya
Ia menambahkan, agar pendidikan di Indonesia bisa menerapkan kurikulum kemaritiman sebagi pengenalan budaya kelautan sejak dini.
“Inspirasi saya dalam kegiatan ini, semoga adek-adek mahasiswa kembali menggali apa sih potensi kelautan saat ini. Saran saya mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi ada kurikulum dengan martikulasi dengan kemaritiman dan juga pengenalan budaya kelautan,” harapnya.
Ditempat yang sama, Muh Ridwan, juga berharap dengan usainya kegiatan seminar ini, mahasiswa sebagai generasi muda bisa terjun langsung melihat realitas masyarakat maritim khususnya di Sulbar.
“Setelah kegiatan ini saya harap mahasiswa mampu turun langsung melihat karena penting membangun hubungan emosional dengan melakukan interaksi bersama masyarakat pelaut,” ungkapnya.
Selain digelar secara luring, seminar nasional juga dilakukan secara daring melalui via zoom dengan menghadirkan mahasiswa HI sebagai peserta seminar nasional.
Dalam Seminar Nasional turut hadir Kepala Biro Akademik Unsulbar, Drs. Abdul Latif Dollah, MM, Ketua kerja sama Unsulbar, Muhammad Nasir Badu, P.hd, Dekan FISIP Unsulbar, Dr. Burhanuddin, M.Si, Ketua Prodi HI, Andi Ismira, S.IP., MA, dan beberapa dosen HI.

