
Jurnalis : Ade Arsi
Unsulbar News, Majene. Tim pengabdian dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kolaborasi dengan praktisi digital lembaga studi informasi media massa, melakukan pelatihan peningkatan nilai produk tenun sutra melalui pembaharuan dan digitalisasi pemasaran di Desa Bonde, Majene, Senin (18/10/2021).
Mengusung tema “Produk Local, Go Digital”, dosen yang tengah melakukan pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah Andi Ismira, M.A, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Nurqamariah, S.pd, M.pd, sebagai dosen Fakultas Ekonomi (Fekon) Unsulbar.
Serta menghadirkan ketua literasi digital Sulawesi Selatan, Yusuf Jaya, S.Ap selaku praktisi digital lembaga studi informasi media massa, sekaligus mentor dalam tim pengabdian kepada masyarakat desa Bonde.
Dalam kegiatan, tim dosen berkolaborasi dengan beberapa pemuda dan pemudi melakukan pelatihan peningkatan branding produk lokal dan diversifikasi produk khas dalam pengembangan pariwisata desa Bonde. Kegiatan ini juga disertai dengan workshop pengenalan tata cara dan penggunaan media digital untuk digitalisasi pemasaran.
Andi Ismira yang menjadi ketua tim pengabdian masyarakat di desa Bonde dalam materinya menjelakan, urgensi dan tata cara membangun branding produk lokal dalam kerangka pengembangan usaha desa Bonde.
Kepala Unsulbar News, ia menambahkan bahwa desa Bonde berpotensi untuk mengembangkan perekonomian masyarakat terkhusus pada bidang ekonomi digital.
“Desa Bonde ini sangat berpotensi terlebih para pemudanya dapat mengembangkan kegiatan-kegiatan pembangunan terutama dari aspek perekonomian masyarakat dan ini bagian dari ekonomi digital, apalagi visi misi desa Bonde ini untuk menjadi wisata terpadu, jadi banyak yang harus dibenahi termasuk juga bagaimana bisa membangun branding productnya,” ucapnya.
Karenanya ia berharap, pemuda-pemuda yang mengikuti kegiayan dapat menggali kembali potensi desa Bonde untuk menjadikan produk lokal menjadi produk global.
“Kegiatan hari ini saya berharap pemuda-pemuda mampu melihat dan menggali kembali potensi daerah ini untuk menjadikan produk lokal menjadi produk global. Jadi harapan saya, desa Bonde ini melalui adik-adik dalam forum tadi bisa bersama-sama merumuskan keunggulan desa ini baik produk ataukah jasa,” ungkap dosen Hubungan Internasional itu.
Adapun tanggapan ketua literasi digital Sulsel, Yusuf Jaya yang juga membawakan materi dalam workshop pengenalan tata cara dan penggunaan media digital untuk digitalisasi pemasaran. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan produk lokal harus bisa dikenal masyarakat luas dan sangat berpeluang untuk tembus ke marketplace internasional.
“Produk UMKM daerah itu atau produk lokal harus lebih dikenal luas oleh masyarakat minimal se-Indonesia dan maksimalnya ke luar negeri. Dan sangat besar kemungkinan untuk go internasional karena produk lokal itu saingannya kurang apalagi sarung sa’be sangat berpeluang untuk di ekspor ke luar negeri,” tutur praktisi digital lembaga studi informasi media massa itu.
Ditempat yang sama kepala desa Bonde, Awaluddin, S.E mengungkapkan syukur dan terima kasihnya kepada tim pengabdian karena telah memilih desanya untuk dijadikan icon dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Terkait kegiatan hari ini, sekali lagi kami sangat berterima kasih karena disamping menambah ilmu juga meningkatkan kreativitas kepada peserta yang tergolong masih muda sebagai tonggak penerus desa Bonde,” tutupnya.

